Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin

Google
Buletin Wisma Bahasa
Edition: Oktober 2007
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Resensi Buku 

Marie Christianson
Level: Advanced

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa: Perbandingan Afiks me-kan dan me-i Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !! Redaksi
Alumni bulan September 2007  
Penanggung jawab: Direktur

Edisi 7 Th. I (Mei/2007) - Edisi 6 Th. I (Mar/2007) - Edisi 5 Th. I (Feb/2007) - Edisi 4 Th. I (Jan/2007) - more..







 

 



 

 

 

 

 


 

 

 




Karangan Murid

Resensi Buku: Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Noer

Buku ini menceritakan nasib seorang wanita yang lahir di sebuah kampung nelayan di pantai utara Jawa, dekat kota Rembang.

 

Pada umur 14 tahun dia dinikahkan dengan seorang pembesar asal Bima. Pembesar itu Bendoro, tidak menghadiri upacara pernikahan sendiri, hanya diwakili sebilah keris. Gadis itu tidak mau pindah ke rumah mewah di kota itu, tapi terus diantarkan orang tuanya yang berpikir Gadis Pantai akan hidup berbahagia dan nyaman di sana. Di rumah Bendoro tersebut ada seorang pembantu tua yang mengajarkan kepada Gadis Pantai segalanya yang harus dia tahu dan lakukan untuk memelihara kenangan suaminya. Gadis pantai yang namanya diganti jadi Mas Nganten, dan pembantu tua itu saling menyukai. Selain dia tidak ada orang pun di rumah itu yang peduli pada Mas Nganten yang merasa sangat sendirian. Suaminya mengunjungi dia jarang saja.

 

Sesudah pembantu mengkritik anak-anak yang ada di rumah, dia diusir walaupun sudah bekerja di rumah itu bertahun-tahun. Pembantu berikutnya ternyata sangat sombong dan jahat dan Mas Nganten merasa terancam. Akhirnya dia sadar bahwa pernikahan dia hanya percobaan saja dan bahwa suaminya akan menikah lagi dengan wanita segolongan. Gadis pantai mendapat ijin untuk mengunjungi orang tuanya di kampung. Disitu dia mengalami perubahan perilaku orang kampung terhadap dirinya. Dia dianggap Bendoro, priyayi bukan orang kampung lagi. Itu merupakan hal yang sangat menyedihkan dan menyakitkan buat Gadis Pantai.Waktu dia sudah tinggal di kota selama tiga tahun, dia melahirkan bayi perempuan. Beberapa saat kemudian dia diusir dari rumah Bendoro. Bayinya tertingal disana. Begini berakhir kisah si Gadis Pantai.

 

Kisah berlangsung pada awal abad ke-20 dan menggambarkan hal-hal masyarakat pada saat itu. Memang masih ada perbedaan antara golongan-golongan sekarang juga, tetapi pada waktu itu orang biasa tidak punya hak apapun dan diperlakukan secara tidak manusiawi.

           

Pramoedya Ananta Toer melukiskan keadaan dan suasana baik kota baik kampung dengan tajam. Penjelasan sifat dan pikiran-pikiran tokoh dan lingkungannya membuat pembaca sempat mengenal mereka seolah-olah dalam kenyataan.

           

Bahasanya deskriptif, namun buku ini tidak sulit untuk dibaca karena ada banyak dialog dan ceritanya menggairahkan. Saya sudah membaca beberapa karya Pramoedya Ananta Toer, tapi Gadis Pantai adalah yang paling enak dan menarik, menurut pendapat saya. 

 

Marie Christianson, Swedia

Pre Advanced

Nasib = destiny

Pembesar = important person

Memelihara =  to take care of

Kenangan = memory

Sendirian = lonely

Sombong = snobbish

Jahat = bad, evil

Diusir = to be expelled

Terancam =  to be threatened

Perilaku = habit

Priyayi =  the upper class, aristocrat

Kisah =  story

Manusiawi = human

Tajam = sharp

Mengirahkan = encourage

Enak =  nice



[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 

 


 


Kronik Indonesia
Peristiwa yang terjadi setiap hari di Indonesia pada bulan September

5/9
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, Indonesia bisa menjadi negara maju apabila bertumpu pada sumber daya manusia dan inovasi teknologi. Karena itu, penelitian dan pengembangan harus ditingkatkan, baik oleh pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, maupun masyarakat.

7/9
Tim peneliti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada berhasil menemukan varietas kedelai hitam unggulan. Varietas yang diberi nama “Mallika” ini diharapkan mampu menjawab tantangan swasembada kedelai Indonesia pada tahun 2015.

10/9
Sebanyak 65 persen calon incumbent menang dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia. Beberapa hal yang memengaruhinya karena mereka menguasai birokrasi selama berkuasa dan dianggap sudah dikenal secara luas sebelumnya. Hasil ini didapat berdasarkan 200 pendampingan pemilihan kepala daerah yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia dan Jaringan Isu Publik.

11/9
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarno Putri menyatakan bersedia dicalonkan sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2009. Kesediaan Megawati ini menjadikan dirinya sebagai orang pertama yang secara resmi menyatakan akan maju dalam Pemilihan Presiden 2009.

12/9
Gempa berkekuatan 7,9 skala Richter mengguncang Provinsi Bengkulu menewaskan setidaknya tiga orang dan puluhan orang luka-luka. Gempa juga dirasakan di hampir seluruh Sumatera, Jakarta, bahkan Singapura.

17/9
Pakar ilmu pemerintahan, Ryaas Rasyid mengungkapkan, Megawati Soekarnoputri, Wiranta, dan Sutiyoso bisa menjadi rival terkuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu 2009. Namun, dari ketiga nama itu, Sutiyoso diperkirakan yang paling berpeluang menang.

18/9
Kepala Polri, Jenderal Polisi Sutanto menyatakan sepakat dengan usulan untuk memublikasikan kepada masyarakat oknum polisi yang berperilaku negatif dan merugikan rakyat.

22/9
Badan Meteorologi dan Geofisika, mengumumkan sebagian kecil dari 220 zona musim di Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan. Sebagian besar lainnya (80 persen) menyusul antara bulan Oktober dan November.

25/9
Wapres Yusuf Kalla menyatakan, konflik agama merupakan konflik yang sangat berbahaya dan sulit diatasi dan diselesaikan dalam jangka pendek. Konflik inilah yang juga paling memakan banyak korban jiwa.

27/9
Perubahan iklim yang belakangan muncul di lingkup global akan semakin mempersulit negara berkembang seperti Indonesia untuk mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan dan Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals (MDG’s).

28/9
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan menyatakan, setelah 23 tahun Pemerintah Indonesia meratifikasi konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), dalam implementasinya ternyata masih terjadi diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia

29/9
Sampai dengan Juli 2007, Departemen Dalam Negeri telah membatalkan 100 peraturan daerah (perda) yang dinilai melanggar peraturan di atasnya. Dengan demikian, sejak tahun 2002 hingga 2007, Depdagri membatalkan 694 perda dari ribuan perda yang dievaluasi.

30/9
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, pembentukan kabinet bayangan oleh sejumlah politisi di DPR boleh saja dilakukan sebagai area latihan berpikir kritis terhadap kebijakan pemerintah. Di Indonesia, model semacam kabinet bayangan sudah diakomodasi dalam pembagian komisi di DPR.

 

[ kembali ke Daftar Isi ]






 

 

 

 




Tata Bahasa

Perbedaanl Afiks Me-kan dan Me-i

Di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
 

Andakah yang menjadi guru saya sekarang?

Ke mana  pun Anda pergi, jangan lupa membawa kartu identitas!

Peterlah   satu-satunya guru WB yang bisa berbahasa Tetum.

Makanlah sup ini sebelum dingin!

Tidak hanya laki-laki yang suka bermain sepak bola, perempuan pun suka bermain sepak bola.

Siapakah  presiden Indonesia?

Kamar ini adalah kamar bebas rokok.  Siapa pun tidak boleh merokok di sini.

Bukankah  orang itu yang bernama Ade?

Berangkatlah  sekarang! Nanti kamu terlambat.

Berapa pun harganya, saya akan membelinya.

Setelah Anda belajar afiks me-kan dan me-i, pada edisi ini kita akan belajar tentang perbedaannya (the diferences).

 

 

1. Kalau kata dasarnya kata sifat. (if the root word is adjective)

    Contoh:

 

Dia tidak datang hari ini. Hal itu memarahkan saya. He did not come today. It made me angry.

“S membuat O menjadi kata dasar“

Karena anak itu nakal, ibu memarahi anak itu. Because the boy is naughty, mother was angry at him.

“S membuat kata dasar kepada O“

 

2. Kata dasar kata kerja intransitif (The root word is intransitive verb)

    Contoh:

 

Dia memasukkan mobilnya ke garasi. He took the car in garage.

“S membuat O kata dasar di ........“

Dia memasuki rumah tua itu. He entered the old house.

“S melakukan aktivitas kata dasar di O“

 

3. Kata dasar kata kerja transitif (The root word is transitive verb)

    Contoh:

 

- Pak Budi mengambilkan  saya kopi. Pak Budi take  a coffee for me.

“S melakukan aktivitas kata dasar untuk O“

 

- Polisi memukulkan tongkat ke kaki pencuri

Police beat with stick to the leg of thief.  

“S melakukan aktivitas kata dasar memakai alat O“

 

- Setiap bulan Bapak mengirimkan uang kepada adik saya di Jogja. Every month father sends a letter to my sister in Jogja.

“S membuat/menyebabkan objek langsung berpindah dari S ke orang lain“

 

 

- Pak Budi mengambili buku-buku di lantai. Pak Budi kept taking books on the floor.

“S melakukan aktivitas kata dasar berkali-kali“

 

- Polisi memukuli kaki pencuri dengan tongkat

Police beat again and again the leg of thief using stick.

“S melakukan aktivitas kata dasar berkali-kali ke O“ 

 

- Setiap bulan Bapak mengirimi adik saya uang di Jogja.  Father sends to me money every months

“S melakukan aktivitas kata dasar kepada objek tidak langsung“  

 

Kesimpulan

Dari penjelasan dan contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan:

Objek dalam kalimat dengan menggunakan afiks me-kan cenderung dinamis atau mengalami perpindahan atau pergerakan. Sedangkan,  kalimat dengan menggunakan afiks me-i cenderung statis atau tidak ada perpindahan maupun pergerakan.

(Object in sentence using affix me-kan is tend to move  (dynamic) while object in sentence using affix me – i is not moving (static).

 

Latihan

Lengkapilah kalimat dengan memberi affiks me-kan atau me-i pada kata yang berada di dalam tanda kurung! Complete the sentences below by adding affix me-kan or me-i on the words in the brackets.

Contoh:

Aku ____________ (cinta) negara saya. = Aku mencintai negara saya

 

    • Karena sudah siang saya harus  ______________  (bangun)anak saya.
    • Anak laki-laki itu suka ______________ (duduk) kusi saya.
    • Setiap ibu pasti ______________ (sayang) anaknya.
    • Tolong bantu saya ______________ (bersih) rumah!
    • Dia tidak mau _________________ (pinjam) bukunya kepada saya.
    • Setiap sore, Pak Paijo _______________ (tutup) pintu-pintu di Wisma Bahasa.
    • Jangan suka ______________ (bohong) temanmu.
    • Pak Heri ______________ (ajar) tata bahasa kepada saya.
    • Malam Minggu nanti saya akan _______________ (datang) pesta ulang tahun teman saya.
    • Buah mangga itu _________________  (jatuh) kepalanya
 


[ kembali ke Daftar Isi ]




 

 

Realia
Rubrik ini berisi tentang realia atau media pengajaran yang dipakai di Wisma Bahasa


[ kembali ke Daftar Isi ]



 

 

 

 

 

 




Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.
Kawaii

Menurut murid-murid Jepang (semuanya perempuan) banyak kata di bahasa Indonesia yang untuk mereka kedengaran sangat lucu, cute, atau murid-murid Jepang itu menyebutnya kawaii (bahasa Jepang yang artinya cute). Biasanya kata yang dianggap kawaii tersebut adalah kata berulang (reduplikasi), misalnya: kura-kura, paru-paru, cucu, lumba-lumba, dan yang menjadi favorit mereka adalah kupu-kupu. Orang Indonesia sendiri tidak merasa lucu atau apa pun dengan kata-kata tersebut. Bagaimana menurut Anda?

***

Jayapura!

Sebut saja Tim, salah seorang murid dan juga seorang sukarelawan di salah satu LSM internasional, merasa senang setelah selesai belajar di Wisma Bahasa karena dia ingin segera bekerja di Jayapura, Papua. Setelah urusan di Wisma Bahasa sudah beres, dia segera berangkat ke Papua dengan naik pesawat. Baginya Papua adalah tempat yang belum pernah dikunjungi. Dia tahu Papua dari peta. Kebetulan pesawat dia tidak bisa langsung ke Jayapura, jadi harus transit di Biak, kepulauan di Papua. Dia pikir dia sudah sampai di Jayapura. Dia langsung memberitahu temannya untuk menjemput di bandara. Dia bilang sudah sampai di bandara Jayapura. Temannya langsung menuju bandara Jayapura. Setelah menunggu agak lama, tetapi dia tidak menemukan temanya. Dia telepon temannya di mana posisinya, tetapi ketika dicari tetap tidak ketemu. Akhirnya dia memutuskan pergi ke luar bandara dan mencari taksi. Setelah dapat taksi dia memberikan sepotong kertas yang bertuliskan alamat kepada sopir taksi. Sopir taksi kaget dan bilang, “Alamat ini di Jayapura, Mas!” “Iya, bagus kalau Bapak sudah tahu. Cepat ya Pak, teman-temanku sudah menunggu! Nanti saya bayar lebih,” sahut Tim. Sopir taksi tambah bingung, mungkin dia sempat berpikir, “Orang ini gila apa ya. Kamu pikir taksiku bisa terbang!” Tanpa pikir panjang, sopir taksi menjelaskan kepada Tim bahwa Biak itu jauh sekali dari Jayapura. Kira-kira dibutuhkan waktu 2 jam untuk sampai Jayapura, itupun dengan naik pesawat. Dengan perasaan malu, Tim kembali masuk ke bandara dan beli tiket pesawat ke Jayapura. Dia masih harus menunggu pesawat berang kat selama 2 jam. Dia memberitahu teman-temannya di Jayapura bahwa ternyata posisinya masih di Biak. Dia juga menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. Sesampainya di Jayapura teman-temanya sudah tak kuat menahan tawa.


 


[ kembali ke Daftar Isi ]





 

 

 

 





Masalah Kebahasaan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan murid seputar permasalahan kebahasaan


Tanya:
Dalam mempelajari tata bahasa Indonesia saya menemukan banyak istilah linguistik yang belum saya tahu. Salah satunya adalah “kata tugas” . Apakah ini sama dengan “kata kerja”? Mohon jelaskan apa yang dimaksud dengan “kata tugas”. Terima kasih atas bantuannya.

Jane, Australia

Jawab:
Kata kerja tidak sama dengan kata tugas. Kata kerja sering disebut verba.
Kata tugas adalah jenis kata di luar kata-kata Nomina (kata benda), Verba (kata kerja), Adjektiva (kata sifat), Adverbia (kata keterangan), Pronomina (kata ganti), dan Numeralia (kata bilangan). (Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah kelas kata yang dibagi dalam tujuh kategori tersebut)

Berdasarkan peranannya, kata tugas dapat dibagi menjadi lima subkelompok:
1. preposisi (kata depan), misalnya: di, ke, dari, pada
2. konjungsi (kata sambung), misalnya: sambil, selama, sehingga, supaya
3. artikula (kata sandang), misalnya: si, sang
4. interjeksi (kata seru), misalnya: ah, wah, sih
5. partikel, misalnya: -lah, -kah


[ kembali ke Daftar Isi ]





 

 

 

 

 





Mozaik Wisma Bahasa
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Wisma Bahasa

Pesta Ulang Tahun
Pada tanggal 12 September bulan lalu, ada pesta ulang tahun untuk merayakan beberapa murid dan guru yang berulang tahun. Selamat ulang tahun kepada Phe Sokha, Siravich, Masahiro Kikutani, Naoko, Sulathin, Van der Linden, Mike, Anna, dan Sugi.

    

Potluck Dinner & Buka Puasa Bersama
Pada tanggal 18 September bulan lalu, ada acara potluck dinner dan Buka Bersama. Acara ini diadakan pada sore hari saat berbuka puasa. Setiap orang yang datang membawa makanan dan minuman sendiri-sendiri. Makanan dikumpulkan dan dimakan bersama-sama.

  


[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 

 

 




 
Selamat Kawan !!

Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!

  1 Okano Ikuko, Yuriko Fujiwara, Tammy Gouldstone,
  2 David Eastwood, Caro Struike, Gabrielle Fontaine, Satomi Nakamura, Ulrich Kaunath, Caroline Aberg,
  3 Lee Sung yul, Klaas Gerard Aikes, R. Frances Pinkerton, Shenae Allen, Patricia Anne Dann, Jo Foggo, Robert      Kelly, Mark Avery,
  4 Alan F.Smyth, S. Ronja Eberle, Alan Aaronson, Sirimon Antipatya, Hannelore Gut,
  5 Michael Brooks II, Mai Nagai, Irene Ritchie, Keiko Hattori, Hwang Hee Jeong, Diana Bowen, Abdulhamid, Paul      Dube,
  6 Lim Kyung Hee, Ben Horner, Renee Suzanne Sarnowski, Anne Luehrs, Ryuto Motohashi, Alip,
  7 Lydia Mouat, Tony Taylor, Amelia Husagic, Saori Noda, Johanna Senft
  8 Terry Symonds, Victoria Serra, Grant Ehren Dess, Jorg Stockburger, Beate Fusenig, Anne A.Nytes, Rae Alexis      Hughes, Wayne Palmer, Elaine Montegriffo, Kat Riegelnegg, G. Viswanatha Reddy,
  9 Carol Carp, kang Myoung Sook, Emmanuelle Strub, Grant Dooley,
10 Rut Kruger Giverin, Chow Ling Yen Charlene,
11 Ian Wedding, Kerry Sieh, Kees Faesen-Kloet, Vionier Bernard, Ann Backhaus, Kate McDonald,
12 Solomon Rowland, Cheryl Reid, Brian Harding, Ashok Malkernaker,
13 Michael G. Spitteler, Anna Thurling, Peter Fritschi, Shu Kojima, David Nyhem, Richard Beaudry, Suzanne Blogg
14 Sharmini Sherrard, Park Ji-Young, Venetia Bellers, Mark L Colvin, Isabelle Jeanneret,
15 Anne Dawson-Shepherd, Saskia Mostert, Helen Payne, David Willis, Janet Parry, Elizabeth Mulleneux.
16 Sophie Thomson, Avis Sosa, Anne Schaefer,
17 Misako Haruna, Michael Egeler, Matt Leverett,
18 Preston Hiroko Pentoni, Lorna Power, Shahreen Young, Carlos Salas, Stephen Fitzpatrick, Tammy Crittenden,      Barjinah
19 Edison Sian, Katrin Hecke,
20 Piyachatr Chetnakarnkul, Parvinder Bual, Christina Hove Odgaard, Fulop Natalia-Loredano, Tomomi Tanida,      Veronika Witteveen, Yuka Tanaka, Aksel Tomte, Kim Terje Loraos, Piers Cazalet,
21 Naoko Takashima, Chikara Setouchi, Jehan Arulpragasam, Jocelyn Davie Robert, Robert Jame Worne,
22 Patricia Ann M'Willian, Anneli storm Leijel, Sarah Collins, Michael Lewis, Susanne Sudrajat,
23 Sandra Baguley, Simone Diop, Norma Medina, Dean Peterson, Hermina Pangan, Angie,
24 Tracey Bautin, Yoko Oteki, Daiki Sugiura, Henry Heyer,
25 Leonardo Martinez, Keith Shepstone, Eric Jardine, Eric Brazier,
26 Kinuko Hirokawa, Valerie Herzog,
27 Andrew Norris, Terrence Markin, Yamada Moriko, Andrew Byrin, Andrew Wardle, Murakashi Mariko,
28 Wilco van den Heuvel, Tyna Hickerson, Robyn Sallows, Shiori Owaki, Geoffrey Liburne, Virgil,
29 Bruno Guilloux, Cathy Molnar, Maryadi
30 Portevin Thibaut, Diane Zhang, Yoko Jin, Yuya Kadowaki
31 Eriko Hamashiro, Sovina Singh, Alan Foulkes, Michael Bertani, Jason Hewerdine, Joana Lynn Lacovelli.



ALUMNI

Selamat bagi murid yang pada bulan lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
 

Sven Tonjost (Jerman /Individu)
Indrayani Heinecke (Jerman /Kontanz Univ)
Alicia Godycki (Australia /AVI)
Naoko Kunimoto (Jepang /PT. KDDI Evolva)
Shiho Takeuchi (Jepang /Nanzan Univ)
Grandt Coad (Australia /Redpath)
Linden Ross (Kanada /Redpath)
David Medd (Selandia Baru / Redpath)
Antonio Perez Rio (Spanyol /Individu)
Gerrit Meyer (Jerman /PBI)
Jane Canavan (Inggris /PBI)
Angela Bergner (Jerman /PBI)
Michael King (Kanada /McGill Univ)
Nana Nagakura (Jepang /Takushoku Univ)
Robert Wrobel (USA /World Bank)
Diane Zhang (Selandia Baru /Individu)
Yuki Hino (Jepang /Osaka Univ)
Eriko Oka (Jepang /Osaka Univ)
Maxwell McDermid (Kanada /Redpath)
Matthias Gunkel (Jerman /Kontanz Univ)
Chhoeurn Rithy (Kamboja /ASEAN)
Phe Sokha (Kamboja /ASEAN)
Boualyvone Poxay (Laos /ASEAN)
Sulathin Thiladej (Laos /ASEAN)
M. Norhisyam bin M. Yusof (Malaysia /ASEAN)
Kyaw Tin Shein (Myanmar /ASEAN)
Tin Tin Htwe Win (Myanmar / ASEAN)
Christine Cia Clasara (Filipina / ASEAN)
Ho Kai Min (Singapura /ASEAN)
Tan Kok Nam (Singapura /ASEAN)
Ayako Masuda (Jepang /ASEAN)
Kim Jae-Hun (Korea Selatan /ASEAN)
Siravich Panichyanont (Thailand /ASEAN)
Nitchaya Nik-ngoh (Thailand /ASEAN)
Ho Thi Thanh Nga (Vietnam /ASEAN)
Dylan McD Fagan (USA/ Princeton in Asia)
Samuel Polk (USA /TAF)
David Gilbert (USA /TAF)
Elizabeth Forwand (USA /TAF)
Angela Kilby (USA /TAF)
Janina Voss (Jerman /TAF)
Alison Turnbull (USA /FAO)
Julia Tobias (Amerika /Stanford Univ)
Kati Marjana (Finlandia /Univ of Wales)
Amos Kring (Kanada /Redpath)
Guy Julien (Kanada /Redpath)
Naveen Schwab (Jerman/ Individu)



[ kembali ke Daftar Isi ]
You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page



Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved