Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin

Google
Buletin Wisma Bahasa
Edition: April 2007
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Sungai dan danau untuk membangun ekonomi Kamboja

Keo Bunrith
(mantan murid, asal Jerman)

Level: Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa - Pemakaian Prefiks ber- (bagian 2) Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !!
 
Redaksi
Penanggung jawab: Direktur

Edisi 7 Th. I (Mei/2007) - Edisi 6 Th. I (Mar/2007) - Edisi 5 Th. I (Feb/2007) - Edisi 4 Th. I (Jan/2007) - more..









 





Karangan Murid

Sungai dan Danau untuk Membangun Ekonomi Kamboja

Kamboja adalah negara tropis, terletak di Asia Tenggara di antara 10 dan 15 derajat lintang utara dari khatulistiwa dan iklim sama seperti Yogyakarta dan juga punya dua musim yang disebut musim kemarau dan hujan. System pengairan yang paling penting di Kamboja adalah sungai Mekong dan danau Tonle Sap. Sungai Mekong dan danau Tonle Sap memberikan tiga hal yang penting untuk ekonomi Kamboja yaitu: transportasi, pariwisata, perikanan, dan pertanian. Di Indonesia juga ada banyak sungai tetapi sungai di pulau Jawa bisa memberikan hal yang paling penting untuk ssstem irigasi saja dan sedikit untuk perikanan.

• Transportasi
Untuk orang-orang Kamboja yang tinggal di sepanjang sungai Mekong dan Danau Tonle Sap mudah untuk membawa hasil pertanian atau barang-barang yang lain provinsi satu ke provinsi lain atau ke Phnom Penh dan juga harganya murah dan sangat aman. Sungai itu bisa dilewati kapal laut sedang untuk membawa barang-barang dari Phnom Penh atau mengimpor barang-barang dari luar negeri ke Phnom Penh karena di Phnom Penh ada satu pelabuhan untuk kapal laut masuk dan fungsi danau Tonle Sap untuk menjemput wisatawan dari Phnom Penh ke Provinsi Siem Reap.

• Pariwisata
Sungai Mekong dan danau Tonle Sap adalah tempat wisata yang indah dan nyaman. Di danau Tonle Sap ada tempat konservasi burung yang besar dan ada kira-kira 80 jenis burung di sana. Di sana orang asing suka pergi untuk melihat burung dan pemandangan. Dan juga membuat tingkat kehidupan ekonomi masyarakat membaik dan masyarakat berhenti untuk menangkap burung atau menembak karena bisa pindah pekerjaan dengan menjual barang-barang lain atau makanan minuman kepada wisatawan. Dari sungai Mekong wisatawan suka pergi ke provinsi Kratia untuk melihat ikan lumba-lumba sungai. Saya pikir mungkin di sungai di Asia tenggara hampir punah atau tidak ada lagi.

• Perikanan
Saya pikir sungai di pulau Jawa tidak dimanfaatkan untuk perikanan tetapi untuk memancing atau hiburan saja. Tetapi sungai Mekong dan danau Tonle Sap sangat paling penting untuk orang-orang Kamboja karena orang Kamboja suka makan ikan dan membuat makanan yang bisa disimpan untuk waktu yang lama antara lain Prahok, Pook ikan pangga, dan makanan itu bisa juga untuk memasak makanan lain yang enak. Disungai dan danau itu ada banyak macam ikan. Musim ikan selama 7 bulan dari November sampai terakhir bulan Juni karena darii mulai bulan Juli sampai bulan November ikan bertelur jadi dilarang untuk ditangkap. Sekarang ikan disana berkurang karena nelayan mencari ikan pakai listrik dan pukat. Dan juga ada petani menebang hutan bakau yang menjadi tempat untuk ikan bertelur dan mencari makanan, untuk membuat sawah atau menjual tanah ke orang kaya. Tapi sekarang pemerintah sedang mengambil langkah untuk melindungi ikan supaya tidak punah.

• Pertanian
Di Kamboja ada 807 orang Kamboja adalah petani dan semua orang-orang Kamboja makan nasi. Untuk produksi beras di Kamboja tergantung pada hujan karena tidak ada system irigasi cukup untuk orang-orang tinggal di sepanjang sungai Mekong dan danau Tonle Sap mudah untuk produksi beras atau tanam sayur. Tetapi untuk orang lain tinggal jauh dari sungai dan danau itu sulit sekali karen hujan tidak cukup jadi mereka perlu system irigasi untuk produksi beras. Untuk produksi beras orang-orang Kamboja masih pakai alat traditional. Paling penting untuk produksi beras dapat hasil yang paling bagus perlu system irigasi bagus, teknologi tinggi dan juga pupuk.

Penulis: Keo Bunrith, mantan murid, Diplomat asal Kamboja

Lintang utara = north latitude
Khatulistiwa = equator
Iklim = climate
Musim kemarau = dry season
Pengairan (irigasi) = irigation
Pelabuhan = harbour
Wisatawan = tourist

Pemandangan = view, scenery
Menembak = to shoot
Hiburan = intertainment
Hutan bakau = mangrove
Punah = extinct
Pupuk = vertilezer




[ kembali ke Daftar Isi ]








 


Kronik Indonesia
Peristiwa yang terjadi setiap hari di Indonesia pada bulan Februari

1/3
Konferensi Teknologi Operasional Internet Asia-Pasifik (APRICOT) yang berlangsung di Bali menghasilkan komitmen untuk membuat internet dan teknologi informasi serta komunikasi (ICT) dapat tersedia dan terjangkau masyarakat

2/3
Pemerintah memberlakukan UU No. 12/2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia. Dengan UU tersebut anak dari orang tua yang berbeda kewarganegaraan dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia.

7/3
Pesawat Garuda, Boeing 737/400, rute Jakarta-Yogyakarta terbakar dan meledak pada saat mendarat di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Kecelakaan ini menewaskan 21 penumpang dari 140 penumpang.

14/3
Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan situs www.jogjabelajar.org. Situs ini mendukung program e-learning. Saat ini baru 12 sekolah yang mengikuti program ini.

15/3
DPR sedang membahas rancangan undang-undang (RUU) Paket Politik. RUU ini menyebutkan bahwa calon presiden Indonesia harus sudah sarjana minimal S1.

17/3
Greenpeace menyatakan bahwa Indonesia menjadi perusak hutan tercepat di dunia. Indonesia telah menghancurkan 1,87 juta hektar hutan setiap tahun atau sama dengan 300 kali lapangan sepak bola setiap jam.

19/3
Sebuah penelitian mengungkapkan jumlah ibu hamil di Kabupaten Bantul Yogyakarta naik dua kali lipat sesudah gempa Mei 2006.

21/3
14 universitas di Indonesia masuk dalam daftar peringkat 100 universitas terbaik dunia.

23/3
Presiden SBY menyatakan bahwa Indonesia pada abad ke-21 akan menjadi bangsa yang mandiri, produktif, memiliki daya saing, serta mampu mengelola seluruh kekayaan alam dan sumber daya lainnya.

26/3
Universitas Negeri Semarang meluncurkan layanan sekolah berjalan. Sekolah atau kelas berjalan adalah sekolah yang diselenggarakan dalam sebuah bis. Layanan sekolah berjalan ini untuk memperluas akseptibilitas pendidikan dan penghapusan buta aksara bagi anak jalanan.

29/3
Pemerintah memproyeksikan perekonomian akan tumbuh 6,8 persen. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 6,3 persen.

31/3
Kraton Yogyakarta melaksanakan perayaan Grebeg Maulud dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Grebeg Maulud merupakan puncak kegiatan sekaten (pasar malam) yang sudah berlangsung selama satu bulan.

   

[ kembali ke Daftar Isi ]






 




Tata Bahasa

Memakai Prefiks me-kan

Di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
1. berlima
2. berbulan-bulan
3. bermain
4. berduka
5. berbelanja
6. bekerja
7. berjam-jam
8. berbahagia
9. beristirahat
10. berjalan
= dalam kelompok lima orang
= banyak bulan
= melkukan aktivitas main
= dalam situasi duka
= melakukan aktivitas belanja
= melakukan aktivitas kerja
= banyak jam
= dalam situasi (menjadi) bahagia
= melakukan aktivitas istirahat
= melakukan aktivitas jalan

Pada edisi lalu kita telah belajar tentang arti prefiks ber- dengan kata dasar kata kerja. Pada edisi ini kita akan belajar tentang prefik me-kan. Fungsi utama prefiks me-kan adalah untuk membentuk kata kerja aktif transitif.

Subjek melakukan aktivitas untuk orang lain.
Subject does an activity for somebody else. To get the meaning of doing something for somebody else, the prefix me-kan have to be added to transitive verb.

Contoh:

- Dia membelikan anaknya sepatu baru. = membeli sepatu baru untuk anaknya
- Nenek membacakan cucu-cucunya cerita baru = membaca cerita baru untuk cucunya.

Subjek membuat objek menjadi......... (kata sifat)
Subject causes the object to be in the condition indicated by the root word (adjective). To get the meaning of causing the object to be in the condition, the prefix me-kan have to be added to adjective.

Contoh:

- Saya mau membersihkan kamar. = membuat kamar menjadi bersih.
- Dia merusakkan radio saya. = membuat radio saya menjadi rusak

Subjek membuat objek melakukan aktivitas ......... ( kata kerja intransitif)
Subject cause the object to do activity indicated by the root word (intransitive verb). To get the meaning of causing the object to do activity the prefix me-kan have to be added to intransitive verb.

Contoh:

- Saya membangunkan teman saya = membuat teman saya (melakukan) bangun
- Pak Dody mengeluarkan mobilnya dari garasi = membuat mobilnya keluar.

Subjek membuat/menukar objek menjadi ............ (kata benda).
Subject cause/translate/change the object into ..... (root word). To get the meaning of causing/translating/changing the object, the prefix me-kan have to be added to noun.

Contoh:

- Dia memfilmkan pesta saya. = membuat pesta saya menjadi film
- Rebecca mengindonesiakan tulisan ini = membuat tulisan (dalam bahasa Inggris) menjadi dalam bahasa Indonesia

Latihan

Carilah arti prefiks me-kan pada kalimat-kalimat di bawah ini!
Find the meaning of prefix me-kan below:
E.g. Saya mau membersihkan kamar.   = membuat kamar menjadi bersih.                 
              
1. Herna sedang memanaskan sayur untuk maka malam.
2. Pemerintah akan menaikkan gaji pegawai.
3. Setiap pagi Anna membuatkan suaminya roti dan kopi.
4. Saya akan mengambilkan Anda minuman.
5. Dinul akan memendekkan rambutnya.
6. Pilot Indonesia bisa menerbangkan pesawat F-16.
7. Kemarin, Mbak Sylvia menguangkan traveller ceque.
8. Tuti menidurkan anaknya di sofa.
9. Maaf, saya mengotorkan baju Anda.
10. Suami saya memasakkan saya makanan yang enak sekali.
 


[ kembali ke Daftar Isi ]




 

 

Realia
Rubrik ini berisi tentang realia atau media pengajaran yang dipakai di Wisma Bahasa
cat mengecat gergaji menggergaji


[ kembali ke Daftar Isi ]



 




Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.

Seorang murid senang sekali menciptakan lelucon ini:
Saya makan pakai ayam, orang Jepang makan pakai sumpit, dan guru saya makan pakai celana! he he...

***

Suatu hari ada bule kehilangan sepeda motornya yang baru saja di parkir di depan toko di sekitar jalan Malioboro Yogya. Lalu dia bertanya ke seseorang yang saat itu kebetulan berada di tempat parkir, namanya Paijo, apakah dia ngeliat orang yang ngambil sepeda motornya.
Paijo bilang, “Yes, he use to table square-square. Worth he fast-fast go without any wet expire.”
Maksudnya: “Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi tanpa basa basi.”
Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati, “Sir, different river, if park bicycle motor liver-liver yes?”
Maksudnya: “Tuan, lain kali kalo parkir sepeda motor hati-hati ya?”
Tapi bule itu diam saja karena karena nggak tau mau menjawab apa, sehingga Paijo jadi ngedumel: “Basic bule!”
Maksudnya: Dasar bule!
Karena nggak tau harus ngomong apa lagi, si bule tersebut ngeloyor pergi dan dengan pede-nya Paijo bilang, “Breasttttt!” sambil melambaikan tangannya.
Maksudnya: Dadaaaaa!!

 


[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Masalah Kebahasaan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan murid seputar permasalahan kebahasaan


Penggunaan ber-

Tanya:
Apa perbedaan arti kata “beristrikan” dan “beristri”? Bagaimana penggunaannya dalam kalimat? Terima kasih.

Kyaw, Myanmar

Jawab:
Arti “beristrikan” dan “beristri” sama, yaitu “punya istri” , tetapi cara pakainya bisa tidak sama. Kata “beristri” bisa diikuti dengan pelengkap (compliment) atau tidak. Sedangkan kata “beristrikan” harus diikuti pelengkap.
Contoh:
“Kakaknya beristrikan orang Bali”
“Kakaknya beristri orang Bali”
Kedua kalimat di atas punya arti sama, yaitu punya istri. “Orang Bali” dalam kedua kalimat di atas adalah pelengkap.
Perhatikan contoh di bawah ini
“Kakak saya sudah beristri” tidak bisa diubah menjadi: “Kakak saya sudah beristrikan” (ini kalimat yang salah)
Kata “beristri” tidak harus diberi pelengkap, sedangkan kata “beristrikan” harus diberi pelengkap.
Semua kata yang punya konfiks ber-kan bisa diubah menjadi kata berafiks ber- saja. Akan tetapi sebaliknya tidak semua kata berafiks ber- bisa diubah menjadi kata berkonfiks ber-kan


[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Mozaik Wisma Bahasa
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Wisma Bahasa

Sabtu, 10/3/2007
Beberapa murid dan guru mengadakan acara makan malam di Milas Kafe.Ada sekitar 14 orang yang mengikuti acara ini yang terdiri dari murid dan guru.

Kamis, 15/3/2007
Siang jam 12.00 diadakan acara pesta ulang tahun untuk murid dan guru, dan karyawan Wisma Bahasa yang berulang tahun di bulan Maret dan sorenya jam 15.00 diselenggarakan seminar dengan tema "Konflik di Poso". Seminar ini menghadirkan pembicara Ibu Arifah Rahmawati dari PSKP UGM. Hadir dalam seminar ini murid dan guru Wisma Bahasa.

Sabtu, 31 Maret 2007
Beberapa murid dan guru mengadakan acara nonton Upacara Garebeg Maulud di Keraton.Upacara Garebeg Maulud dilaksanakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Malam sebelumnya di serambi Masjid Agung diadakan pembacaan riwayat singkat Nabi Muhammad SAW oleh penghulu Kraton Yogyakarta yang dihadiri Sultan dan kerabatnya. Pada saat ini dilakukan Upacara Udhik-Ahik oleh Sultan yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Upacara ini juga diselenggarakan di Pura Pakualaman Yogyakarta.

 

[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 




 
Selamat Kawan !!

Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!
1/4 -
2/4 Satoshi Takagi, Nathaniel Kelly
3/4 Silva Lauffer, Jessica Craft, Alex Thomas, David Pullen, Mbak Driena.
4/4 Jonathan Thatcher, Chris Brockett, Horst Ruhrn, Marianne H.M.van Kooij-Staal, Michael Maas, Erin Cornish, Kari Svisdahl, Patricia Walshe, Mizuho Ogawa, Michael John Kell,
5/4 Jim Hogan, Angela Dawn B, Rolph Wehbe,
6/4 David Lierich, Leathem William, Waltraud Novak, Mbak Nurzi.
7/4 Rahul Rawat, Matsumoto Kiyoshi, Shigetada Sakai,
8/4 Terry Wayne Young, Desiree Nysingh, Chun Hae Min, Sally Kreplins, Terumi Sugihara, Shalini Bahuguna, Lorelle Peterson, Jihad Saad
9/4 Sara Rose Clement, Anne Watanabe, Anne Watanabe, Dirk Tomsa, Tomoya Tsutsumi, Philippa Power, Michael Kuehl, Grahame Rowland, Alex Campbell, Mas Agung.
10/4 Frank Jotzo, Gabriele Waegerle, Michael Cookson, William Faries, Michael Cookson, William Farish, David Shields, Kim Yen Phan Thien, Serkan Demiral
11/4 George R.Buck III, Martine Robins, Laila Solvang
12/4 Lori Adams,Ross Jaax, Corrie van der Ven, Jan Chinnery, jan Chinnery, Robert Lynch Henes, Aiko Ebihara, Sarah Belson,Martin Bowen, Heike Kemper
13/4 Jana Kern, karen O’Sullivan
14/4

Tamaki Nishimaru, Sonia Splawn, Steve Schiffman

15/4 Choi Jung An, , Soren Davidsen, sarah Fortuna, Sara Margaret MacAlpine, Kristina Hickey
16/4 John Oakes, Claire Leow Sok Choo, Desak Kelly, Anisah Jilani, Nat Purcell, Anna de Guzman, Adrian Christen
17/4 Beatrice Apostolico, Nicole van Geel
18/4 Jason Thomas Miller, Emilie Wellfelt, Christopher Perrine, Kimiyo Tsuda, Wendy Bruere, Petra Stockman
19/4 Corrie van der Ven, Larissa Erna Harahap, Kritin Carola Gueldner, Lioba van Dam, Susanne Fohr, Yiftach Millo, Ryan Jessup, Matthew Zurstrassen, Mas Hengky
20/4 Caroline Milford, Melani Busato
21/4 Claire Rowland, Ashley Gibllete.
22/4 Nicole Jungmann, Sofie Martens, Wenke Karnatz
23/4 Brett Burriss, William John Quinlan, L.F. Mieras, Kethleen McLaughin, Steven Horne
24/4 Catherine Bateman, Louise Cook Tonkin, Janelle Gale, Nicky Lumb, Takako Teruya, Hendrik Buesing.
25/4 Alison Krentel, Pak Joko Widodo
26/4 Mami Yamamura, Bill Davis, Amit Sheth, Eva van Ooijen
27/4 Angus J. Ferguson, Carrara Lionel, Yamaguchi Kazuo, Mari Kanai, David Cook, Tilly Berg,
28/4 Nigel Landon, Elaine Carey-Belanger, June Lowe,
29/4 Christine Arnot, Andrew Gehrig, Jacquelyn Star, Peter Stevenson, Andreas Lund, George Lumsden, Marie Blanco, Rabert Hoback
30/4 Harold Clayyon Sayre, Les Raines, Robert Wood, Robert Wood, Regula Dick, Steven D’Souzo, Paul Adams, Stephane Beytrison, James Moloney, Claudia Rokx, Apri “Simbok”.



Selamat bagi murid yang pada bulan lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
 
o David Dietz (Jerman)

Borda

o Roland Hurlimann (Swiss) Caritas Swiss
o Loren Lockwood (Australia)
Caritas Swiss
o Remco Adrianus (Belanda) Medecine du Monde
o Maria Choteau (Perancis) Medecine du Monde
o Emiko Yamaguchi (Jepang) Individu
o Naomi Stenning (Australia) Ritsumeikan Asia Pacific University
o Solenn Honorine (Perancis) Individu
o Eva Ottendoerfer (Jerman) Individu
o Mark Bailey (Australia) Redpath
o Carmel Simojoki (Australia) Sekolah Global Jaya
o Eitaro Setouchi (Jepang) UNDP
o Rolf Zelius (Norwegia) Individu
o Anita Ziller (Polandia) Individu
o Robert La Mont (Amerika) The Asia Foundation
o Serin Werner (Australia) Individu
o Jody Weaver (Australia) Freeport
o Astra Bonini (Amerika)

John Hopkins University

o Toby Bonini (Amerika) UNDP
o Richard Boudry (Kanada) Redpath


DAN YANG TIDAK BOLEH LUPA :




[ kembali ke Daftar Isi ]
You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page



Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved