Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin

Google
Buletin Wisma Bahasa
Edition: April 2007
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Angkringan bukan tempat yang angker

Jacob A. Nerenberg
(murid, asal Kanada)

Level: Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa - Pemakaian Prefiks ber- (bagian 2) Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !! Redaksi
News
 
 
Penanggung jawab: Direktur

Edisi 7 Th. I (Mei/2007) - Edisi 6 Th. I (Mar/2007) - Edisi 5 Th. I (Feb/2007) - Edisi 4 Th. I (Jan/2007) - more..







 

 



 

 

Para Diplomat ASEAN Plus Three mengikuti program
“3rd Promotion of Language program for ASEAN Plus Three”

Sejak tahun 2005 DEPLU RI (Departemen Luar Negeri Republik Indonesia) telah menyelenggarakan program pelatihan bahasa Indonesia bagi para diplomat negara-negara ASEAN plus three (negara-negara ASEAN plus Cina, Korea dan Jepang) atau biasa disebut “Promotion of Language Program for ASEAN Plus Three Cooperation”. Program ini diharapkan akan memperdalam rasa pengertian antarnegara sekaligus media yang efektif untuk mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia ke negara-negara tetangga tersebut.

Program ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005 program ini diadakan di Yogyakarta. DEPLU RI mempercayakan pelaksanaannya kepada Wisma Bahasa, sebuah lembaga pengajaran bahasa Indonesia untuk pembelajar asing yang sudah berpengalaman selama 25 tahun. Sukses dengan pelaksanaan pada tahun 2005 di Wisma Bahasa, DEPLU melanjutkan program tersebut pada tahun 2006 ditempat yang sama. Persiapan telah dimulai ketika bencana gempa memporak-porandakan Yogya pada akhir Mei 2006. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, tempat pelaksanaan dipindahkan ke Bandung.

Dua tahun kemudian yaitu pada tanggal 28 Juni 2007 program belajar bahasa Indonesia untuk para diplomat negara-negara ASEAN plus three kembali dilaksanakan di Yogya. Keberhasilan pelaksanaan pada tahun 2005 yang sangat memuaskan semua pihak mendorong DEPLU RI untuk kembali menunjuk Wisma Bahasa sebagai pelaksana program ini. 16 Diplomat dari 10 negara akan berkumpul dan mempelajari bahasa Indonesia serta mengenal budaya Indonesia selama kurang lebih tiga bulan di Wisma Bahasa Yogyakarta.

Selama tiga bulan pelaksanaan program, peserta akan belajar bahasa Indonesia di dalam dan di luar kelas. Mereka juga akan diperkenalkan pada budaya Indonesia dan kehidupan masyarakat lokal. Peserta akan diajak menyaksikan Candi Borobudur, Candi Prambanan, keagungan Kraton Kasultanan Yogya, pertunjukan tarian Ramayana, dan merasakan kehidupan di desa dan masih banyak lagi.

Mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk beraudiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta mengikuti upacara hari kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus. Kunjungan ke pasar tradisional dan praktik bicara dengan masyarakat lokal juga merupakan kegiatan yang juga tak kalah penting bagi para peserta program ini dalam rangka memahami kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pada akhir program, semua peserta akan mempresentasikan hasil pembelajaran bahasa dan pengenalan budaya pada tanggal 21 September sekaligus diadakan upacara penutupan oleh DEPLU di Yogyakarta. Pada akhirnya pemahaman mereka pada budaya dan bahasa Indonesialah yang menjadi inti dari pelaksanaan program ini. Harapannya kelak ketika peserta menjadi pemimpin, pemahaman mereka akan Indonsia akan membantu meningkatkan saling pengertian dan kerjasama di wilayah ASEAN seperti cita-cita Komunitas ASEAN (ASEAN Community)

Seperti kata pepatah ”tak kenal maka tak sayang”


Beberapa anggota Diplomat ASEAN yang sedang menghadiri pembukaan Festival Film ASEAN di Gedung Societet Jogjakarta

[ kembali ke Daftar Isi ]

 

 


 

 

 




Karangan Murid

Angkringan Bukan Tempat yang Angker

Apakah kamu sudah makan di angkringan? Belum? Sayang! Sebaiknya kamu pergi langsung ke angkringan yang paling dekat nanti sore atau malam. Kenapa? Sebentar, aku menjelaskan.

Kalau belum tahu, angkringan merupakan tempat yang bagus sekali untuk makan, bertemu orang-orang yang baik, santai, minum, dan belajar budaya rakyat Jawa Tengah. Apa itu angkringan? Angkringan adalah warung yang kecil dengan atap oranye yang bisa dilihat di mana-mana di Yogyakarta. Katanya, ada angkringan di setiap kampung, mungkin bahkan di setiap jalan dalam kota. Ketika aku baru datang ke Yogya, aku melihat angkringan di mana-mana sambil jalan-jalan keliling kota. Aku belum tahu apa tempat itu, tapi aku sudah tertarik dan mencoba melihat ke dalam sambil melewatinya. Mungkin aku sedikit takut atau khawatir jangan-jangan tempat itu hanya untuk orang-orang asli, atau orang-orang yang duduk di dalamnya tidak ramah. Akhirnya, temanku mengantarkan aku ke sebuah angkringan yang sedang kami lewati. Meskipun sudah jam dua belas malam, banyak orang di sana minum, makan, mengobrol, dan tertawa. Begitu kami duduk, aku merasa aman dan senang. Malam itu aku mencoba makan setiap makanan yang ada di sana, antara lain gorengan-gorengan, kacang, nasi kucing, telur puyuh yang kecil, dan peyek. Kami minum jahe yang enak dan manis sambil berbicara dengan orang-orang yang ramah dan menarik. Kemudian aku pulang dan tidur dengan perut kenyang dan jiwa damai.

Sejak kunjungan pertama itu, aku kembali ke angkringan hampir setiap hari. Aku suka mencoba tempat yang baru dan bertemu teman-teman baru. Biasanya orang di sana cukup heran kalau orang asing mendatangi angkringan. Tapi, tanpa orang asing tempat itu sudah menjadi tempat yang mempertemukan dan mempersamakan orang-orang dengan asal, agama, tingkat sosial atau ekonomi dan okupasi berbeda. Bisa bertemu tukang becak, mahasiswa, dan pengusaha bersama di satu tempat.

Makanan di angkringan enak dan murah sekali. Bisa makan sampai kenyang hanya dengan tiga ribu rupiah. Beberapa angkringan punya makanan yang khusus seperti kepala ayam, hati ayam, tempe bacem, dan jadah. Kalau mau makan semua makanan itu, kita selalu bisa menemukannya di dua angkringan khusus yang besar, ramah, dan terkenal: Pakualaman di Jl. Sultan Agung dan Kopi Joss di dekat Stasiun Tugu. Di sana kita bisa juga menemukan sayur, yang tidak ada di angkringan biasa.

Selain bertemu teman yang baru, minum, makan, santai dan menikmati pengalaman kebudayaan, angkringan merupakan tempat yang bagus untuk praktek berbicara bahasa Indonesia di luar kelas, dan belajar beberapa ekspresi dalam bahasa gaul dan bahasa Jawa. Kalau kamu sering pergi ke angkringan, sesudah beberapa lama kamu akan bisa menggantikan ”Selamat malam” dengan ”Sugeng dalu”, ”terima kasih” dengan ”matur nuwun”, ”silakan” dengan ”monggo”, ”mari” dengan ”yuk”, ”tidak” dengan ”nggak”, ”saja” dengan ”aja”, dan ”sudah” dengan ”udah”.

Kamu bosan? Monggo, yuk ke angkringan!

Penulis: Jacob A. Nerenberg, murid, Peace Brigade International asal Kanada

Angker = frightening
Rakyat = people
Warung = small restourant
Atap = roof
Kampung = village
Orang-orang asli = local people

Orang asing = stranger
Ramah = friendly
Kenyang = full
Jiwa= live
Mempertemukan = to bring together




[ kembali ke Daftar Isi ]








 


Kronik Indonesia
Peristiwa yang terjadi setiap hari di Indonesia pada bulan Mei

1/5
Mulai 1 Mei pemerintah melarang pemasangan iklan untuk media televisi Indonesia yang berasal dari pengusaha, bintang iklan, dan bermuatan asing. Kapitalisasi industri periklanan televisi di Indonesia yang mencapai Rp 40 triliun per tahun kini dikuasai

2/5
Mahkamah Agung kembali menegaskan dalam putusannya bahwa anggaran pendidikan di bawah 20 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

5/5
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia mempertanyakan validitas data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang menyebutkan bahwa laju penghancuran hutan di Indonesia tahun 2002-2005 merupakan yang terparah di dunia.

7/5
Ketua PBNU mengatakan agar tokoh agama turut menyosialisasikan informasi mengenai bahaya HIV/AIDS sampai ke masyarakat bawah dengan cara berperan aktif. Ini penting karena pengendalian epidemi AIDS membutuhkan kerja sama antarlembaga dan organisasi.

9/5
Obat generik dengan harga murah, yaitu Rp 1.000 per paket diluncurkan Menteri Kesehatan di Jakarta. Meski murah, khasiat, keamanan, dan mutu obat generik ini tetap terjamin.

10/5
Presiden melantik dan mengambil sumpah enam menteri dan Jaksa Agung di Istana Negara. Pelantikan ini merupakan bagian dari perombakan kabinet. Menteri yang diganti adalah Menteri Sekretaris Negara, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perhubungan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Menteri Negara BUMN.

16/5
Perekonomian Indonesia pada triwulan I-2007 tumbuh 5,97 persen dibandingkan triwulan I-2006. Jumlah pengangguran turun 384.000 dari 10,93 juta orang pada Agustus 2006 menjadi 10,55 juta pada Februari 2007.

22/5
Sedikitnya ada 1.366 peraturan daerah tentang pajak dan retribusi tidak dilaporkan kepada Departemen Keuangan. Tindakan ini dilakukan pemerintah daerah untuk menghindari sanksi berupa pembatalan dari pemerintah pusat atas perda tersebut. Perda yang tidak dilaporkan itu menyebabkan terjadinya ekonomi biaya tinggi

24/5
Badan Meteorologi dan Geofisika hingga kini belum terkoneksi dengan sistem peringatan dini tsunami yang telah dipasang di selatan Selat Sunda dan selatan Padang. Seharusnya sensor tsunami itu masuk jaringan online di Badan Meteoroloi dan Geofisika.

27/5
Presiden SBY mengajak segenap bangsa Indonesia untuk membangun budaya damai di tengah arus perubahan dan transformasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, Presiden mengajak untuk meninggalkan sikap yang tidak mendidik dan miskin etika.

29/5
Pergeseran Lempeng Indo-Australia menumbuk Eurasia mencapai 7 sentimeter per tahun di pesisir selatan Jawa. Meski tidak secepat pergeseran Lempeng Pasifik di timur Papua, kondisi ini menjadikan Jawa paling rawan bencana.

30/5
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menuntut Pemerintah Australia memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pelecehan yang dilakukan polisi federal Australia terhadap dirinya. Polisi federal menerobos masuk kamar hotel dan memaksa Sutiyoso untuk menandatangani surat panggilan. Tindakan ini dinilai tidak senonoh. Apalagi Sutiyoso berada di sana sebagai pejabat negara atas undangan resmi.

31/5
Empat warga Desa Tlogo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tewas dan delapan luka-luka setelah tertembak prajurit Marinir TNI AL. Peristiwa ini dipicu sengketa tanah seluas 539 hektar.

[ kembali ke Daftar Isi ]






 




Tata Bahasa

Memakai -nya

Di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
1. merumahsakitkan
2. mendiskusikan
3. mendaratkan
4. melemparkan
5. menceritakan
6. menanyakan
7. memikirkan
8. menodongkan
9. meminggirkan
10. mendebatkan

= membawa pasien demam berdarah ke rumah sakit.
= berdiskusi tentang politik Indonesia.
= membawa pesawat ke darat.
= melempar dengan memakai batu
= bercerita tentang hari liburnya di Bali.
= bertanya tentang tatabahasa
= berpikir tentang masa depan mereka.
= menodong dengan memakai pistol ke polisi.
= membawa mobil ke pinggir
= berdebat tentang masalah itu

Pada edisi lalu kita telah belajar tentang arti prefiks me-kan, sekarang kita akan belajar bagaimana memakai –nya. Bentuk –nya mempunyai beberapa fungsi. The form –nya does not have meaning. Its only have functions. The form –nya has several functions.

Menggantikan kata ganti orang ketiga tunggal (kata ganti orang ketiga tunggal yang berfungsi sebagai objek atau pemilik). Replaces the possessive pronoun for the third person singular (in position as object or the owner)

Contoh:

- Rumah dia tidak jauh dari sini = Rumahnya tidak jauh dari sini.
- Saya minta tolong kepada dia. = Saya minta tolong kepadanya.

Sebagai kata ganti penunjuk atau artikel. As a demonstrative pronoun or an article: the, that, this (interference from Javanese culture or language).

Contoh:

- Saya mau naik taksi. Ohh.. itu taksinya.  
- Kalau Anda mau makan, nasinya ada di atas meja.  

(In the first sentence above, taksinya is refers to the taxi that mentioned before. In the second sentence, when references is made to eating rice (in this context ) is understood, using of –nya can occur)

Untuk membendakan kata kerja (interferensi dari bahasa atau budaya Jawa). To change a verb to be a noun (interference from Javanese culture or language)

Contoh:

- Pesawat itu terlambat. Terlambatnya pesawat itu karena ada cuaca yang buruk.
- Kemarin malam saya tidur di hotel. Tidurnya nyenyak sekali.

(In the first sentence, the word terlambat is as verb, but terlambatnya in the next sentence is as noun. In the second sentence, tidur is as verb, tidurnya ia as noun)

Subjek membuat/menukar objek menjadi ............ (kata benda).
Subject cause/translate/change the object into ..... (root word). To get the meaning of causing/translating/changing the object, the prefix me-kan have to be added to noun.

Contoh:

- Aduh....enaknya makanan ini.  
- Wah.. panasnya hari ini  

Dipakai sebagai kata tugas dan dipakai dalam ekspresi. “-nya” is used as a function word and can be used in some expressions

Contoh:

- Kelihatannya dia sakit. = Teman saya kelihatannya sedih.
- Kedengarannya bagus. = Tampaknya itu ide yang bagus.

 

Latihan

Apa arti -nya pada kalimat-kalimat berikut ini! Find the function of –nya in these sentences below!

E.g. - Rumahnya tidak jauh dari sini. = Replaces the possessive pronoun for the third person singular                
              

1. Ini bukan mobil saya, ini mobilnya.

2. Q : Saya mau pinjam novelmu.
    A : Ini novelnya.

3. Wah….bagusnya mobilmu! Pasti mobil mahal, ya?
4. Kelihatannya dia tidak datang hari ini.
5. Saya mau mandi, tapi airnya dingin sekali.
6. Burung-burung itu terbang. Terbangnya burung-burung itu membuat saya senang.
7. Ketika adik saya ulang tahun, saya membelikannya baju baru.
8. Hari ini cuaca tampaknya tidak bagus, mungkin akan ada hujan.
9. Wah.. komputer saya rusak. Rusaknya komputer membuat saya tidak bisa bekerja.
10. Kantin di Wisma Bahasa bagus sekali. Makanannya enak dan murah.
 


[ kembali ke Daftar Isi ]




 

 

Realia
Rubrik ini berisi tentang realia atau media pengajaran yang dipakai di Wisma Bahasa
Belok kiri Lurus Belok kanan


[ kembali ke Daftar Isi ]



 




Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.


Helen, murid dari Australia heran karena setiap kali bertemu dengan orang Indonesia yang sudah dia kenal sebelumnya selalu bertanya: “Anda dari mana?”
Setiap kali itu juga Helen selalu menjawab bahwa dia dari Australia. Lalu orang-orang Indonesia tertawa.
Ini aneh sekali karena mereka sudah tahu saya dari mana, pikir Helen.
Helen akhirnya mengerti sesudah gurunya menjelaskan bahwa pertanyaan ‘Anda dari mana?’ punya dua arti yaitu: Where are you from dan Where have you been.
Ketika pertama kali berkenalan dengan orang Indonesia tentu saja pertanyaan ‘Anda dari mana?’ maksudnya ‘Where are you from?’
Sesudah kenal, orang Indonesia akan selalu bertanya ‘Anda dari mana?’ yang berarti ‘Where have you been?’ . Ini adalah salam (greeting) orang Indonesia secara informal.
Jadi sesudah itu setiap kali Helen ditanya temannya ‘Anda dari mana’ Helen menjawab: ‘Dari rumah’ , ‘Dari pasar’, ‘Dari gym’ , ‘Dari sana’ dan lain-lain.

 


[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Masalah Kebahasaan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan murid seputar permasalahan kebahasaan


Penggunaan me-kan

Tanya
Saya bingung dengan pemakaian me(N)-kan pada dua kalimat di bawah ini. Mohon penjelasannya. Terima kasih sebelumnya.
1. Dia mengkhawatirkan keadaan keluarganya di Jakarta.
2. Keadaan keluarganya di Jakarta mengkhawatirkan dia.

Glenn, Amerika

Jawab
Dalam bahasa Indonesia kadang terjadi suatu kata berimbuhan (berafiks) bisa punya dua arti yang berbeda jika ditempatkan pada struktur yang berbeda. Misalnya kata menjahitkan bisa dibuat dalam struktur kalimat:
• Bapak menjahitkan saya baju.
  artinya: Bapak menjahit baju untuk saya. (benefaktif)
• Saya menjahitkan baju ke penjahit baju.
  artinya: Saya membawa baju untuk dijahit di penjahit baju. (transferatif)

Dalam kalimat 1
• Dia mengkhawatirkan keadaan keluarganya di Jakarta.
   artinya: Dia khawatir pada keadaan keluarganya di Jakarta.
   me(N)-kan dalam kalimat ini adalah mentransitifkan kata khawatir pada.

Dalam kalimat 2
• Keadaan keluarganya di Jakarta mengkhawatirkan dia.
   artinya: Keadaan keluarganya di Jakarta membuat dia khawatir. (kausatif)


[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Mozaik Wisma Bahasa
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Wisma Bahasa

10/5 Jogja night & masangin
Pada tanggal 10 Mei, beberapa murid dan guru jalan-jalan menikmati Jogja di malam hari dan pergi ke Alun-alun Selatan atau Alun-alun Kidul atau Alkid untuk mencoba jalan dengan mata tertutup.
Salah satu hal yang membuat Alkid populer adalah kegiatan masangin yang dipercaya di kalangan masyarakat Jogja. Masangin atau masuk di antara dua beringin adalah ritual yang dilakukan dengan mata tertutup kemudian berjalan ke arah beringin kurung. Siapa yang bisa melalui celah diantara keduanya, dipercaya permohonannya akan terkabul. Entah kebetulan atau bukan, tidak semua orang yang ber"masangin" bisa melalui celah tersebut. Kebanyakan orang berjalan miring atau menyimpang dari arah yang seharusnya.
Meski bukan tradisi yang berasal dari lingkungan Kraton, tradisi tersebut telah dipercaya sejak lama dan mengakar di masyarakat Jogja. Sekarang, datang ke Jogja tak lengkap rasanya tanpa melakukan masangin.
Namun, dalam perkembangannya, Alkid tak hanya terkenal karena masangin-nya tetapi juga karena semakin banyaknya orang yang menghabiskan waktu mereka di tempat ini. Alkid kini tak ubahnya seperti panggung. Di mana setiap pemain dari rentang usianya masing-masing memiliki waktu kemunculannya sendiri-sendiri.


17/5 Kunjungan dan ziarah
Beberapa murid dan staf Wisma Bahasa melakukan ziarah ke Gua Maria Tritis, Wonosari, Gunung Kidul. Selain berdoa di Gua Maria Tritis, acara ini juga untuk rekreasi staf dan murid yang ikut.Setelah dari Tritis, acara selanjutnya yaitu mengunjungi rumah Mbak Ning dan Mas Yos. Mbak Ning dan Mas Yos, yang juga guru di Wisma Bahasa, tinggal di Wonosari.

23/5 Nonton bareng Final Liga Champion
Pada tanggal 23 Mei di Wisma Bahasa diadakan acara nonton bareng final sepak bola Liga Champion antara Liverpool vs AC Milan. Tidak banyak orang yang menonton, mungkin dikarenakan acara berlangsung pada pukul 02.00 pagi.

24/5 Seminar
Seminar pada bulan Mei yang lalu membahas tentang situasi Aceh dengan menghadirkan seorang pembicara dari Aceh yang sedang belajar S2 di UGM.

31/5 Ulang tahun murid
Pada tanggal 31 Mei diadakan acara makan siang bersama untuk merayakan ulang tahun murid dan staf. Ada beberapa murid dan staf yang berulang tahun di bulan itu. Selamat ulang tahun ya!

 

 

[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 




 
Selamat Kawan !!

Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!
1/6 Frank Ernest, Anian Staudigl,
2/6 Franklin van den Ham, Simon Welsh,
3/6 Keiko Kitamura, Bob Wright, Lisa M Kramer, Malcom Smith,
4/6 James Pearson, Peter Heffernan, Ayako Iida, Dhananjay R. Gupte, Mikako Sueyoshi, Paula Tjossem, Daniel Musgrave,
5/6 Laura Citrin, Joann M. Inzana, Shintaro Fukutake, Wendy Wells, David Busteed, Sean McManus, Frank Wiesemann, Scott D. Hanna,
6/6 Stephanie Tiffi Bethmenn, Brenda Sinclair, Yanichnat Chalermtiarana,
7/6 Paul S. Pallada, Keiko Akaguma, Marie Weikhard, Yukiko Mochizuki, Cathrine Weule, Kyle Peterson, Dietmar Hanzen,
8/6 Alice Harney, Nelia Badilla Forest, Angus Grigg, James Duncan M Buchanan, Kristina Neubauer, Tomomi Kimura, Prue Price, Claudia Richle, David Dietz, Ben Whiston, Kanya
9/6 Georgie McLean, Jemes Ellis, Aya Fukuda, Michiko Masuzawa, Michiyo Hagiwara, Kaori Ishikawa, Hollin Dickerson, Ashley Carl,
10/6 Richard Palmer, Dickinson Antal, Don Tatarelli,
11/6 Maushumi Mavinkurve, Edgar B. William III,
12/6 Tanya Jane Barnfield, Michael Lakeman, Peter Slack, Desmon Soh, Paritosha Kobbe,
13/6 Mark Forbes, kundhavi Kadiresan, Megan Ciotti,
14/6

Gaurav Dhananjay Gupte, Lucy Carver, Joyce D. Camus,

15/6 : Hector Campos, Deanne Whitfield,
16/6 Markus H. Rambe, Breton Herne, Robert Dunbar, Catherine Sylstra,
17/6 Dapeng Luo, Bradford Ross Jones, Christian M.D.Ward, Craig Allan Hodge, Damien Le Floch,
18/6 Gerry Fox, Noriko Hirano, Nicholas Loh, Peter Brophy,
19/6 William Steve Tilley, Alfons Urlings, David Broughton, Yoko Fujimura, Lyle Tingey, Sandra Ripke, Danang, Totok,
20/6 Carolyn R.Jarreau, Birch Howard, Chiaki Matsumoto, Sayaka Itake, Bob Kefefler, Darra McGee, Leanne Willows,
21/6 Cindy Barnett, Joe O’Connor, Alan Moody, Mami Saito, Pia Vraalsen.
22/6 Jaremy S. Watkinson, Catherine Wylks, Kristopher Williamson, Guy J. Minto, Charlie Lenegan, Gen Sasaki, David E.King
23/6 Emre Erhanoelu, Caroline de Parma, Juliette Lumbers, Udo M Baumgartner,
24/6 Solange Rosa, Silvia Holschneider, Jamie Shutzer, Ayse Nal,
25/6 Paul Gerard Zeccola, Simon Martyn, Hans Bense, Broer Huitema, Kotaro Inui, Zohra Bordji-Michel, Damien Danghartu,
26/6 Paul Andrew Joicey, Christina Welty, M.Michael H.Berwick, Naomi Kawai, Keo Bunrith, Catherine Pierse,
27/6 Kristen Elizabeth Sturm, Prapan Limlek, Nguyet Barraclough, Cleo Le Tan,
28/6 Christine J.Parke, Keen van Ekris, Tomoko Sato, Meslie Meriem, Glenn Norman Blunt,
29/6 Asako Imai, David Hope, Marco Fengler, Nathalie Fengler, Hirokazu Ishihara,
30/6 Hiroyuki Yano, Matthew Grant McGhie, Geir Erichsrud, Elif Yavuz,
   



Selamat bagi murid yang pada bulan Mei lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
 
o Christina Lopez (Spanyol)

IFRC

o Sin Jin Woo (Korea Selatan) Individu
o Hans Juergen Hoefel (Jerman)
DED
o Peter Durr (Australia) Individu
o Peter Moerbeek (Belanda) Individu
o Aurellie Lesueur (Perancis )
Medecine du Monde
o Margo Cayla (Kanada) Ritsumeikan Asia Pacific University
o Michel Cayla (Kanada) Individu
o Tom Morten (Selandia Baru) Orica Mining
o Chris Repoli (Australia) AUS Goverment
o Ashok Malkarnekar (Jerman) GTZ
o Anke Kicherer (Jerman) GAA
o Patrick Baron (Skotlandia) World Bank
o Ingvar Anda (Australia) Caritas Australia
o Liesbeth van der Hoogte (Belanda) Oxfam
o Olivia Haggenmueler (Jerman) GTZ
o Ayanka de Silva (Srilanka) UEM
o Eri Kawai (Jepang)

Individu

o Nicolas Olivier (Swiss) ICRC
o Fraser McEachan (Australia) Univ of Tasmania
o Philippa McEachan (Australia) Redpath


DAN YANG TIDAK BOLEH LUPA :

Bulan Juli, tepatnya tanggal 22, Wisma Bahasa akan berulang tahun ke-25. Untuk merayakannya, ada banyak acara yang telah dipersiapkan. Rencana rangkaian acaranya yaitu:

1. Potong tumpeng bersamaan dengan ulang tahun murid dan staf
2. Aksi Sosial
3. Lomba foto dan kartu ucapan
4. Lomba Masak
5. Kunjungan ke PPSJ (Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta)
6. Seminar
7. Sepeda Gembira
8. Puncak acara: Malam Indonesia

Jadi, jangan sampai ketinggalan ya! Untuk lebih detailnya akan ada informasi secara resmi dari panitia.



[ kembali ke Daftar Isi ]
You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page



Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved