Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin

Google

Buletin Wisma Bahasa
Edition: Mei 2007
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Resuffle Kabinet

Kristina Hickey
(murid, asal Australia)

Level: Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa - Pemakaian Prefiks ber- (bagian 2) Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Laporan Khusus: Setahun Gempa Jogja Redaksi
Selamat Kawan !! Redaksi
Penanggung jawab: Direktur

Edisi 7 Th. I (Apr/2007) - Edisi 6 Th. I (Mar/2007) - Edisi 5 Th. I (Feb/2007) - Edisi 4 Th. I (Jan/2007) - more..



 






 

 

 

 





Karangan Murid

Reshuffle Kabinet

Reshuffle kabinet Republik Indonesia, yang tak kunjung diumumkan Presiden, telah diperbincangkan belakangan ini. Menjelang perombakan tersebut, perwakilan dari semua partai-partai politik (parpol) mencoba peruntungan untuk memengaruhi keputusan Presiden, dengan pertemuan tertutup yang diadakan beberapa hari terakhir ini, walaupun pada akhirnya itu hak prerogatif presiden untuk menuntukan siapa akan diangkat ke kabinet. Sementara, sebagaimana bisa diharapkan dalam demokrasi seperti Indonesia, isu ini diamati oleh pers yang menciptakan banyak spekulasi. Perbincangan-perbincangan ini mengemukakan pertanyaan-pertanyaan penting mengenai hubungan antara eksekutif dan parpol di Indonesia dan apa sebaiknya peran mereka masing-masing.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang dikutip setelah shalat di masjid hari Jumat (4/5), pergantian kabinet tersebut menanggapi masalah kinerja pemerintah dan bukan masalah politik. Menjaga kinerja eksekutif dan pemerintah merupakan salah satu tugas terpenting untuk posisi presiden pada umumnya. Presiden seharusnya memastikan bahwa baik orang paling unggul yang diangkat ke kabinet maupun menteri-menteri harus menunjukkan kinerja bagus selama mereka menjabat. Upaya-upaya ini sebaiknya ditujukan terhadap perwujudan program presiden dan kabinet, yang pada akhirnya seharusnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Eksekutif ini akan dinilai oleh antara lain masyarakat dan pengamat-pengamat, berpedoman pada apakah perjanjian mereka dan program tersebut diwujudkan atau tidak, sebagaimana diajukan pada masa awal jabatan mereka.

Meskipun memilih kabinet adalah hak prerogatif presiden dan kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan kinerja kabinet, peran penting parpol dalam proses pembentukan atau perombakan kabinet juga sangat penting. Parpol merupakan bagian penting dari sistem pemerintahan karena melalui perwakilannya di DPR mereka mewakili kemauan masyarakat yang diungkapkan pada pemilu. Oleh karena itu, Presiden seharusnya mendengarkan pendapat dan permintaan dari parpol dengan cara yang sesuai dengan sebarapa besar perolehan suara, atau angka kursi yang dimiliki mereka masing-masing. Pada saat sama, harus diakui bahwa parpol seharusnya merupakan satu-satunya sumber pendapat yang diandalkan presiden dalam proses pembentukan kabinet (mudah-mudahan beliau juga akan mancapai pandangan di luar sistem politik).

Sebagaimana terlihat dari pengalaman minggu terakhir ini, ada beberapa kendala yang membentur pelaksanaan sistem ideal yang digambarkan di atas. Terutama perombakan kabinet tidak cukup jernih atau transparan, sehingga masyarakat memang patut mencurigai pengaruh dan peran parpol. Konsultasi Presiden dengan parpol dilakukan sedemikian rupa sehingga kepentingan parpol dan alasan mereka untuk mendukung calon-calon tertentu untuk jabatan kabinet, menjadi kurang terbuka. Terlepas dari kekurang jelasan, yang juga menjadi masalah adalah kekurangan evaluasi objektif terhadap kinerja menteri-menteri selama jabatan mereka. Salah satu alasannya adalah persepsi yang muncul bahwa parpol dan eksekutif tidak memperhatikan kinerja kabinet dan mereka lebih berfokus pada pembentukan kabinet dan kepentingan-kepentingan mereka.

Ada dua tindakan yang bisa diadopsi guna meningkatkan baik kinerja kabinet maupun persepsi masyarakat terhadap parpol, eksekutif dan hubungan antara keduanya. Yang pertama adalah sistem kinerja untuk semua anggota kabinet, seperti yang lain, bisa mencatat standar terpenting dan kinerja yang harus dicapai dan dipatuhi oleh menteri-menteri, dan pelanggaran atas ‘Code’ ini bisa menjadi alasan untuk menteri dikeluarkan dari kabinet. Tindakan kedua adalah sistem lebih objektif, mungkin melibatkan parpol untuk menyetujui calon-calon yang diangkat ke kabinet oleh presiden. Proses seperti ini, yang juga diadakan di Amerika Serikat untuk semua orang yang diusulkan oleh presiden di sana, membuka proses pembentukan kabinet dan membantu mencegah keadaan di mana presiden berselingkuh dengan beberapa partai atau orang tertentu.

Penulis: Kristina Hickey, murid, Diplomat Australia

Berselingkuh = to be unfaithful in a relationship
Diajukan = to be proposed
Diandalkan = to be relied
Dikutip = to be qouted
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) = parliament
Kendala = obstacle
Kesejahteraan = prosperity
Kinerja = work performance
Membentur = to obstruct
Memengaruhi = to influence
Menanggapi = to respond

Menjabat = to occupy
Parpol (partai politik) = party
Pelanggaran = violation
Perbincangan = discussion
Pergantian = substitution
Perombakan = reshuffle
Peruntungan = fortune
Perwakilan = representation
Perwujudan = realization
Unggul = superior




[ kembali ke Daftar Isi ]








 


Kronik Indonesia
Peristiwa yang terjadi setiap hari di Indonesia pada bulan Februari

4/4 Tiga kerangka manusia ditemukan di Situs Bukit Kerang, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam. Kerangka manusia tersebut diduga kuat berusia lebih dari 7000 tahun.

6/4 Selama 2006, 813 narapidana meninggal di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Indonesia karena berbagai sebab. Jika dibuat rata-rata, berarti setiap hari dua narapidana meninggal.

7/4 Tepat pada hari ulang tahun ke-61 Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tidak bersedia lagi menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

10/4 Gubernur DKI Jakarta menyatakan wilayah Jakarta dalam status kejadian luar biasa penyakit demam berdarah dengue.

13/4 Di era global ini kualitas media dan jurnalis cenderung menurun. Kondisi menyedihkan ini dapat dilihat dari berita yang disampaikan media, yang lebih banyak memperlihatkan konflik dan kekerasan.

14/4 Departemen Perikanan dan Kelautan memperkirakan setiap tahunnya 4.050 hektar wilayah pesisir di Indonesia akan tenggelam.

16/4 Negara-negara ASEAN berkomitmen untuk melakukan penyesuaian obat tradisional dengan cara meningkatkan mutu, standarisasi, dan cara pembuatan yang baik.

19/4 Kementerian Negara Lingkungan Hidup memperkirakan pada tahun 2020 nanti 60 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan Pulau Jawa.

20/4 Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup mengatakan bahwa laju kerusakan hutan alam kini tercatat 2,72 juta hektar per tahun. Diperkirakan pada tahun 2012 hutan alam Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi akan punah.

21/4 Di Yogya Hari Kartini diperingati dengan talkshow tentang fenomena selingkuh yang sudah menjadi gaya hidup di kota besar.

23/4 Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) mengatakan bahwa Asia berperan penting memperlambat perubahan iklim global dengan cara menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan.

24/4 Saat ini Indonesia memiliki 1.850 peraturan yang tumpang tindih dan 388 jenis pelayanan.

26/4 Indonesia memiliki 164 pulau terluar yang memiliki potensi kerawanan konflik dengan negara tetangga. Dari 164 pulau itu, 10 di antaranya merupakan pulau besar dan mendapatkan prioritas utama.

 

[ kembali ke Daftar Isi ]






 




Tata Bahasa

Memakai Prefiks me-kan

Di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
1. memanaskan
2. menaikkan
3. membuatkan
4. mengambilkan
5. memendekkan
6. menerbangkan
7. menguangkan
8. menidurkan
9. mengotorkan
10. memasakkan

= membuat sayur menjadi panas
= membuat gaji pegawai naik
= membuat roti dan kopi untuk suaminya
= mengambil minuman untuk Anda
= membuat rambutnya menjadi pendek
= membuat pesawat F-16 terbang.
= menukar traveller ceque menjadi uang
= membuat anaknya tidur
= membuat baju Anda menjai koto
= memasak makanan untuk saya

Pada edisi ini kita akan melanjutkan arti prefiks me-kan.

Subjek membuat (membawa, memasukkan) objek berada/ada di,ke kata dasar (kata benda, preposisi)
Subject causes (to bring, the object to be put in a ........ which is indicated by the root word (noun, preposition)
To get the meaning of causing the object to be put in a ........ which is indicated by the root word, the prefix me-kan have to be added to noun.

Contoh:
- Ibu Narti menyekolahkan anaknya di Jakarta = Ibu Narti membawa (memasukkan) anaknya ke sekolah di Jakarta.
- Pak Polisi memenjarakan pencuri itu = Pak Polisi membawa pencuri itu ke penjara..

Subjek membuat atau menyebabkan objek (objek langsung) berpindah dari subjek ke objek tidak langsung (orang lain).
Subject makes or causes the object transfer to the another person . To get the meaning of causes the object transfer to the another person, prefix me-kan have to be added to transitive verb.
Contoh:

- Saya mengirimkan surat kepada adik di Jakarta  
- John mengajarkan bahasa Inggris kepada murid-muridnya.  

Subjek melakukan aktivitas kata dasar menggunakan objek sebagai alat.
Subject does an activity by using the object as an instrument. To get meaning of doing activity using the object as an instrument, the prefix me-kan have to be added to transitive verb.
Contoh:

- Polisi memukulkan rotan ke kaki pencuri itu. = Polisi memukul dengan memakai rotan ke kaki pencuri itu.
- Pesawat F 16 menembakkan peluru kendali ke kapal laut. = Pesawat F 16 menembak dengan memakai peluru kendali ke kapal laut.

Beberapa me(N)- + kata dasar + -kan berfungsi mentransitifkan kata kerja intransitif saja.
Several me(N)- + intransitive verbs + -kan makes intransitive verbs to become transitive.
Contoh:

- Pemerintah akan membicarakan masalah Aceh di Swedia. = Pemerintah akan berbicara tentang masalah Aceh di Swedia.
- Mereka sedang mendiskusikan acara akhir minggu. = Mereka sedang berdiskusi tentang acara akhir minggu.

Latihan

Carilah arti prefiks me-kan pada kalimat-kalimat di bawah ini!
Find the meaning of prefix me-kan below:
E.g. Saya mau membersihkan kamar.   = membuat kamar menjadi bersih.                 
              
1. Kami merumahsakitkan pasien demam berdarah.
2. Guru-guru sedang mendiskusikan politik Indonesia.
3. Karena cuaca yang buruk, pilot akan mendaratkan pesawat.
4. Karena marah, dia melemparkan batu ke pencuri itu.
5. Pak Robert menceritakan hari liburnya di Bali.
6. Saya akan menanyakan tatabahasa kepada guru saya.
7. Murid-murid memikirkan masa depan mereka.
8. Penjahat itu menodongkan pistol ke polisi.
9. Sopir saya segera meminggirkan mobil karena ada mobil ambulance lewat.
10. Jangan mendebatkan masalah itu di sini!
 


[ kembali ke Daftar Isi ]




 

 


Wawan bilang bahwa dia besok akan pergi ke Bali. Herna berkata bahwa orang Sunda suka makan sayur.


[ kembali ke Daftar Isi ]



 




Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.

TANAH ABANG

Di Tanah Abang Jakarta terjadi percakapan dua orang pemuda dari kampung halaman mereka masing masing.
Pemuda Jawa: "Maaf, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Jawa. Apakah ini Tanah Abang ?"
Pemuda Batak: "Oh, bukan....ini bukan tanah aku, sumpah! Aku juga baru datang dari Medan. Jadi, aku juga tak tahu ini tanah siapa!

Abang adalah panggilan untuk laki-laki. Biasanya digunakan antara lain oleh suku Betawi di Jakarta, Batak di Sumatera Utara. Di Jawa menggunakan panggilan “Mas”

* * * * * *

TANGAN KIRI TABU!

Ternyata, tata cara naik angkutan umum berbeda antara satu daerah dengan daerah lain di Indonesia, demikian juga perilaku awak dan penumpangnya.
Di Kota Padang, Sumatra Barat, pernah hampir dua jam saya tidak berhasil menghentikan angkutan kota alias angkot. Saya sempat heran, mengapa angkot yang masih kosong tidak mau berhenti ketika saya stop? Saat hampir putus asa, muncul teman yang mau mengantar saya sampai tujuan dengan kendaraannya. Dari dialah saya baru tahu, angkot di situ tidak mau distop dengan tangan kiri. Pantas, mereka terus saja, karena saya memang menyetop dengan tangan kiri, sementara tangan kanan saya memegang tas.

Kunoto Sumowihargo, Intisari, Juli 2000

 


[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Masalah Kebahasaan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan murid seputar permasalahan kebahasaan


 

Tanya:
Dua kalimat di bawah ini mana yang benar?
1. Dia memanggil taksi
2. Dia memanggilkan taksi

Regina, Jerman

Jawab:
Kedua kalimat itu benar, tetapi artinya berbeda. Kalimat pertama berarti bahwa subjek (dia) melakukan aktivitas (memanggil taksi) untuk dia (subjek) sendiri. Bukan untuk orang lain. Sedangkan kalimat kedua, subjek (dia) melakukan aktivitasi (memanggil taksi) untuk orang lain. Jadi struktur yang benar dari kalimat kedua adalah bahwa sesudah kata kerja (verb) seharusnya ada objek tidak langsung, misalnya:
Dia memanggilkan saya taksi
  S             V             O      O
Akan tetapi sering kata “saya” (objek tidak langsung) dihilangkan jika situasinya jelas yaitu bahwa aktivitas itu ditujukan untuk “saya”.


[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Mozaik Wisma Bahasa
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Wisma Bahasa

Sabtu, 14/4/2007
Beberapa murid dan guru mengadakan acara ke Kali Adem, lereng Gunung Merapi, untuk melihat lahar dingin Merapi. Setelah puas melihat pemandangan dan lahar, acara selanjutnya adalah kembali ke WB. Dalam perjalanan pulang rombongan istirahat makan siang di Rumah Djawa. Selain makan siang di Rumah Djawa, para murid dan guru juga melihat proses membatik dan latihan membatik. Rumah Djawa adalah guest house yang beralamat di Kompleks Mataram Bumi Sejahtera No. 109 Condong Catur, Sleman. Fasilitas: outdoor swimming pool, meeting room, restoran, dll. Untuk lebih jelasnya bisa dibuka di www.roemahdjawa.com atau telp. 0274-887141


Selasa, 24/4/2007
Siang jam 12.00 diadakan acara pesta ulang tahun untuk murid dan guru, dan karyawan Wisma Bahasa yang berulang tahun di bulan April.

Sabtu, 28/4/2007
Beberapa murid dan guru mengadakan acara masak di rumah guru Herna.

 

[ kembali ke Daftar Isi ]


 

 

 





SETAHUN GEMPA JOGJA & KLATEN - Laporan dari Posko Gempa Wisma Bahasa

Setahun telah berlalu sejak terjadinya bencana gempa 27 Mei 2006 lalu. Community Development* Yayasan Suara Bhakti* - yang meneruskan kerja Posko Gempa Wisma Bahasa - telah melakukan banyak hal untuk membantu para korban gempa di Yogyakarta dan Klaten. Bantuan dana dalam jumlah yang sangat besar telah diberikan oleh Jebsen & Jensen, DED Jerman, murid-murid dan alumnus Wisma Bahasa yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Dengan dukungan dana yang besar ini, Community Development telah melaksanakan dua program, yaitu pembangunan rumah inti dan penanganan trauma anak.

Program pembangunan rumah inti dilaksanakan di berbagai kecamatan, antara lain, kecamatan Jetis, Bantul, Bambang Lipuro, dan Pandak di kabupaten Bantul; kecamatan Kalasan di kabupaten Sleman; kecamatan Girimulyo di kabupaten Kulon Progo; kecamatan Umbul Harjo di Kodya Yogyakarta; dan kecamatan Gantiwarno di kabupaten Klaten. Total jumlah penerima bantuan rumah inti adalah 134 kepala keluarga.

Program penanganan trauma anak, atau yang lebih sering disebut sebagai kelompok Children Center, telah dilaksanakan dalam dua kelompok di dua kecamatan di kabupaten Bantul. Dua kelompok Children Center ada di kecamatan Pleret dan satu kelompok Children Center ada di kecamatan Pandak. Masing-masing kelompok diikuti oleh lebih dari 50 anak. Kegiatan yang dilaksanakan di kelompok Children Center ini antara lain, belajar, bermain, nonton film, peningkatan gizi anak, out bound, dan kegiatan lainnya.

Melalui kedua program ini Community Development, dengan dukungan dari berbagai pihak, berharap untuk dapat membantu meringankan beban para korban gempa 27 Mei 2006 di Yogyakarta dan Klaten.

* Community Development (CD): sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pertanian, peternakan,     usaha kecil, pelatihan-pelatihan, dll. untuk kemajuan masyarakat. Organisasi ini merupakan salah satu unit     kegiatan dari Yayasan Suara Bhakti.
* Yayasan Suara Bhakti: sebuah yayasan yang memiliki empat unit kegiatan, yaitu: Wisma Bahasa - BIPA,     Wisma Bahasa - English Division, Project Management (PeMad) - Translation Service, dan Community     Development (CD) - Organisasi untuk Aksi Sosial


[ kembali ke Daftar Isi ]

 

 

 

 

 

 



Selamat Kawan !!

Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!
1/5 Kie Yamaguchi, Rachel Schiller, Janine Gerdine Tijhoff, Mei Furusawa, Wendy Cheng, Ayad Hadi Saleh, Alice Clark, Christian Seitz, Michael Purdon,
2/5 Shamus Mangan, Tessa de Ryck,Christine Braun, Sylvie
3/5 Robin Jordan, Ron Domel, Nicole Davill, Zunwald Michel,
4/5 Virginia Perez, Wim van Kuijk,
5/5 Paul Graham Jeffery, Hans Vriens, Steen Anderson, Suminem
6/5 David Brooks, Marcel Hassink, Elisabeth Cornelia Maria Neefs, Tomomi Ideue, Rachel Freed,
7/5 Rolando Jubis, Shogo Shimazu, Andrew Durbin, David Pinson,
8/5 Stuart Pattison,
9/5 Futoshi Nagayama, Sophie Marsac, Corina Eggenberger, Michael Scott, Satoshi Nakamura,
10/5 Lauren Esther Fonda, Beatrice Daun, C. Mark Merritt, Anas M.H.Bani-Hani, Simon James Collins, Mark Smith, Luke Mullins, Anette Maria Werner, Igor Dolgih, Jim Nolan, Satoko Hamamoto, Tomomi Yokoyama
11/5 Shirley Lamb, Christian Myers Laugen, Katsunori Tsunoda,
12/5 Jerry Strudwick, Chloe Olliver, Glenn Hughson, Andreas Busch, Samuel Huet,
13/5 Sesheeni Selvaratnam, Christohper Brian Toomer, Robert Thompson,
14/5

Gabriel Quinn Bauriedel, Naoko Isoda, Wendy Woodrum, Blossum Gilmour, Sachiko Murakami, Sophia Noz,

15/5 Giuseppina Marongin, Mayuko Yasue, Geert Klaassen, Emiko Yamaguchi,
16/5 Anne-Meke Fechter, Christop Pinkerton, Mori Ikuo, Horst Rosewick, Julie van Dassen, Malcolm McAllistere,
17/5 Rais Zaidi, Yoshinori Kasai, Eefke de Valk,
18/5 Jan Kolaczinski, Yasuko Nagata, Tanya esden,
19/5 Peter Christensen, Eiji Akiba, Julienne Welsh, Justine Fitzgerald, Valerie Monneron, Svenja Paulino,
20/5 Jesper Kraus-Schmitz,
21/5 Jerome Fontana, Kyle Patrick Moyer, Larry Meserve, Rimi Yu, Nicholas Duff
22/5 Huibert Oldenhuis,
23/5 Daniel James MacNeil, Michael Bon, Brendan Fitzpatrick, Jonas Ottiger, Jakub Wrzesniewski, Gary Tim Wall, Tom William Bewick,
24/5 Margaret le Sueur, Meiko Matsumoto, Roger Markowski, Uschi Huber, Florian Kofler, Christopher William Moore,
25/5 Pudpard Rachdara, Shane Guthrie Tacker, Victor Kinyanjui, Matthias Jung, Satoshi Okabe,
26/5 David Weymouth, Yvonne Siemann, Michelle Gysin,
27/5 Daniel Kim, Jason Petlis, Rajiv Louis, Thierry Fabbian, Javier Arze, Cal Kennedy,
28/5 Gary C. Hammer, Kucy Marie Bool, Stefan Jansen, John Clark,
29/5 Jeremy Gross, Geoffrey arnold, Chun Jong Tai,
30/5 Masami Okabe, Daniel Kelly, Samuel Clark, Alexander Angermaier, Lee becker,
31/5 Renate Korber, Sarah Gyorog, Walter Carola,



Selamat bagi murid yang pada bulan lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
 
o Nagisa Ito (Jepang)

Nagoya University

o Amara Bains (Australia) IFRC
o William Goodman (Kanada)
Redpath
o Ben William (Amerika) Individu
o Karsten Fuelster (Jerman) International Finance Cooperation
o Christa Fuelster (Jeman) International Finance Cooperation
o Melanie Fuelster (Jerman) Individu
o Silke Fuelster (Jerman) Individu
o Hanna Voekl (Jerman) Individu
o Robert Hayes (Kanada) Redpath
o Eric Anton Heuser (Jerman) Individu
o Marie Cameron (Australia) AVI
o Kristina Neubauer (Jerman) EED
o Claudia Laudwein (Jerman) GTZ
o Bettina Morgenstern (Jerman) Jerman Red Cross
o Michael Howden (Selandia Baru) Save The Children
o Karin Siepmann (Jerman) Borda
o Laura Ploeger (Jerman)

GAA

o Amy Rothschild (Amerika) Individu
o Misako Haruna (Jepang) Individu
o Ben Whiston (Inggris) SOAS - Univ. of London


DAN YANG TIDAK BOLEH LUPA :




[ kembali ke Daftar Isi ]
You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page


Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved