Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin


Buletin Wisma Bahasa
Edition: October 2006
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Pekerjaan di Selandia Baru

Leo Humme
(eks murid,tinggal di Medan)

Pre-Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !!
 
Redaksi
Penanggung jawab: Direktur










 





Karangan Murid
Pekerjaan di Selandia Baru

Sejak umur 4 tahun ketika saya melihat pesawat yang lewat pertanian bapak, saya punya cita-cita menjadi pilot.

Saya lulus dari Sekolah Tinggi akhir tahun 1963. Saya beruntung masuk Sekolah Teknik dengan maskapai New Zeland National Airways Corporation di kota Christchurch Pulau Selatan tahun 1964. Ketika saya sampai di Bandara Christchurch saya merasa gugup karena saya tidak kenal orang-orang di kelas. Hari pertama saya memasuki sekolah teknik montir pesawat dengan dua puluh tiga orang lain selama tiga bulan.Kami belajar Teknik Penerbangan Dasar.

Lalu saya masuk ke departmen yang memperbaiki alat-alat sistem hidraulik selama tiga bulan. Tiap tiga bulan kemudian kami dipindah ke departmen-departmen lain sampai akhirnya empat tahun kami mengerti lebih baik mengenai sistem-sistem perbaikan pesawat. Tahun yang kelima, saya pindah ke Auckland. Di situ saya belajar mengenai "Line Maintenance" pesawat-pesawat maskapai, seperti DC-3, F-27, Viscount, dan B737.

Ketika saya ada di Auckland saya menabung gaji supaya bisa membeli sepeda motor, Triumph Thunderbird. Akhir tahun 1968 saya membeli sepeda motor itu. Wah, itu cepat sekali!

Satu malam ketika teman kolega dan saya menunggu pesawat di ramp, saya bertemu seorang pramugari yang cantik bernama Glenys,lalu dia menjadi pacar saya. Kami menikah tgl.6 Bulan Juni 1970. Kami jalan-jalan keliling Pulau Selatan untuk bulan madu.   

Ketika saya sedang belajar menjadi montir pesawat, saya mulai menjadi pilot dari instruktur Angkatan Udara Selandia Baru tiap akhir minggu. Saya menerima Commercial Pilots Licence tahun 1970, tidak lama sesudah menikah.    

Saya bekerja selama empat puluh dua tahun dalam industri aviasi di Selandia Baru, Australia, Indonesia, dan Papua New Guinea. Penerbangan di negara Indonesia adalah tantangan yang paling besar karena, bahasa, makanan, kebudayaan baru, gunung-gunung tinggi, dan cuaca yang buruk. Tetapi itu pengalaman yang paling baik.

Pekerjaan di Selandia Baru dikontrol oleh Peraturan Pemerintah, contoh, gaji minimum, kondisi-kondisi kerja, dll. Gaji profesional dan karyawan yang cakap cukup tinggi, contoh $50 / jam, tetapi gaji karyawan tidak cakap, cukup rendah, contoh kira-kira $10/ jam. Orang yang bekerja di Selandia Baru mendapat 2-3 minggu cuti setahun. Kadang-kadang mereka ke pantai, danau, atau sungai untuk liburannya.

pertanian : agriculture
sekolah tinggi : college
sekolah teknik :technical school

maskapai : company
gugup :nervous
montir : technician
memperbaiki : to repaire

perbaikan : reparation
menabung : to save
pramugari : stewardess
tantangan : a challenge
kebudayaan : culture
cuaca : weather
cakap :capable

Oleh : Leo Humme
(eks murid,tinggal di Medan)



[ kembali ke Daftar Isi ]








 


Kronik Indonesia


1/9

Gubernur DI Yogyakarta meminta Pemerintah Kabupaten segera menentukan mekanisme pembagian dana rekonstruksi rumah korban gempa.


2/9

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri satu hari lebih cepat daripada tanggal di kalender.


3/9

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kritik kepada media Barat yang masih menerapkan standar ganda, khususnya dalam pemberitaan menyangkut kaum Muslim di berbagai negara.


4/9
Para panglima perang 3 suku di Timika Papua menginginkan peperangan antar suku bisa segera diakhiri dan dilakukan perdamaian.

5/9
Suporter Persebaya Surabaya mengamuk karena timnya kalah dalam final Liga Indonesia. Mereka merusak kaca stadion, membakar papan reklame dan merusak 3 mobil, termasuk mobil ANTV yang sedang siaran langsung.

6/9
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan jika Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, RI dapat mengambil peran penting sebagai mediator yang menjembatani Timur dan Barat.

7/9
Mahkamah Agung (MA) menetapkan hukuman mati enam warga Australia, anggota pengedar 11,2 kg heroin yang dikenal dengan sebutan Bali Nine.

8/9

Yogyakarta akan menerima dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa tahap kedua sebesar Rp 749 miliar.


9/9

Pemerintah RI telah menerima konfirmasi formal dari pemerintah AS tentang keadaan Hambali bahwa yang bersangkutan masih hidup dan berada di Guantanamo, Kuba. Untuk itu, pemerintah RI meminta akses konsuler kepada pemerintah AS untuk memastikan hak-hak dasar Hambali terpenuhi oleh pemerintah AS.


10/9
Polisi menangkap Adelin Lis pelaku illegal logging senilai Rp 225,63 triliun. Adelin ditangkap di Beijing, China.

11/9
Presiden SBY bersama Presiden Korea Selatan memimpin pertemuan para pemimpin Asia di Helsinki Finlandia

12/9

Pemerintah Kota Yogyakarta mengumumkan data rumah roboh/rusak berat di Kota Yogyakarta sebanyak 6.095 rumah.


13/9 Pemerintah akhirnya mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 13 Tahun 2006 tentang Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur Sidoarjo.

14/9 Pemerhati budaya Jawa asal Malaysia Prof Dr Noriah Mohamed menegaskan, untuk mengembangkan bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa diperlukan kebijakan politik

15/9 Anif Solchanudin alias Pendek bin Suyadi (24), anggota Al-Jemaah Al-Islamiah (JI) yang batal bertindak selaku pelaksana bom bunuh diri (istimata) dalam kasus bom Bali 2005, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara di Pengadilan Negeri Denpasar

16/9 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), memvonis anggota KPU Daan Dimara dengan hukuman 4 tahun penjara, dan mantan Direktur Royal Standard Untung Sastrawijaya divonis 5 tahun penjara karena terkait dengan tindak pidana korupsi dalam pengadaan sampul surat suara Pemilu 2004

17/9 Artis Lulu Tobing (29) telah resmi menjadi istri Danny Rukmana (29), putra Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut. Pernikahan tersebut disaksikan kakek Danny, mantan presiden Indonesia Soeharto

18/9 Meski Paus Benedictus XVI telah meminta maaf atas pernyataannya yang menyinggung perasaan umat Islam seluruh dunia, namun reaksi atas pernyataan Paus tersebut masih terus bermunculan termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyesalkan pernyataan Paus tersebut.

19/9

Eksekusi hukuman mati terhadap Tibo Cs menurut rencana dilakukan Kamis (21/9) malam di Palu Sulawesi Tengah.


20/9

Semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo sudah menenggelamkan 4 desa. Jika tidak segera ditangani, diperkirakan ada 8 desa lagi yang akan tenggelam.


21/9 Menteri Agama M Maftuh Basyuni berharap tidak ada perbedaan pendapat mengenai awal Ramadan 1427 H.

22/9

Tiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso akhirnya dieksekusi mati oleh 3 regu tembak Brimob Polda Sulawesi Tengah.


23/9

Pemerintah menetapkan hari Minggu 24/9 sebagai awal puasa Ramadan.


24/9 Perbedaan persepsi tentang kategori kerusakan rumah antara tim verifikasi dan masyarakat korban gempa di Bantul Yogyakarta masih mewarnai pendataan penerima dana rekonstruksi.

25/9

Kerusuhan mereda di Maumere paska eksekusi mati Tibo. Polisi menangkap 3 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan.


26/9

Mantan Direktur II Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Mabes Polri divonis 1 tahun 8 bulan karena terbukti korupsi dengan menerima travel cek senilai Rp 250 juta dari BNI.


27/9

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat di Washington mengatakan bahwa Amerika jangan terlalu khawatir dan curiga kepada Indonesia.


28/9 Letjen (Purn) Prabowo Subianto merasa dirugikan dengan terbitnya buku “Detik-Detik yang Menentukan” oleh B.J. Habibie mantan Presiden Indonesia.

29/9 Presiden SBY mengatakan bahwa meskipun melelahkan, Indonesia tetap memilih terus memekarkan demokrasi yang sedang menjadi (in the making)

30/9 Pemerintah menyiapkan 50 Ha untuk merelokasi sekitar 9.100 orang korban genangan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

 


[ kembali ke Daftar Isi ]






 




Tata Bahasa
Bagaimana Memakai Konjungsi?

Konjungsi atau kata hubung adalah kata yang mempunyai fungsi menghubungkan kalimat dengan kalimat lain. Contohnya kalimat berikut:

- Saya bertemu dia ketika kami belajar di Wisma Bahasa.

Kata ketika adalah kata hubung yang menghubungkan kalimat pertama dengan kalimat kedua.

  1. Kalimat pertama        = Saya bertemu dia.
  2. Kalimat kedua            = Kami belajar di Wisma Bahasa.

Dalam bahasa Indonesia ada banyak konjungsi : sementara, sambil, ketika, supaya, sehingga, dan lain-lain.  Bagaimana memakai konjungsi itu ?

1. Sementara
         - Mempunyai dua subjek yang berbeda.
         - Mempunyai aktivitas sama waktu.

Contoh :

Kalimat I Bapak memasak di dapur
Kalimat II Ibu membaca koran (pada waktu yang sama)
Kalimat gabung Bapak memasak di dapur sementara ibu membaca koran.

2. Sambil
         - Mempunyai satu subjek sama.
         - Mempunyai aktivitas sama waktu.

Contoh :

Kalimat I Saya membaca koran
Kalimat II Saya mendengarkan musik (pada waktu yang sama)
Kalimat gabung Saya membaca koran sambil mendengarkan musik.

3. Ketika
         - Mempunyai satu atau dua subjek.
         - Mempunyai aktivitas yang tidak sama waktu.

Contoh :

Kalimat I Saya sedang mandi
Kalimat II Dia datang (beberapa waktu sesudah saya mulai aktivitas mandi)
Kalimat gabung Dia datang ketika saya sedang mandi.

4. Supaya
         - Mempunyai satu atau dua subjek.
         - Kalimat kedua adalah tujuan (goal/aims) kalimat pertama.
Contoh :
Kalimat I Saya belajar keras.
Kalimat II Saya sudah berbicara dalam bahasa Indonesia (kalimat ini adalah tujuan dari 'Saya belajar keras', pada saat sekarang saya belum bisa berbicara dalam bahasa Indonesia)
Kalimat gabung Saya belajar keras supaya saya bisa berbicara dalam bahasa Indonesia.

5. Sehingga
         - Mempunyai satu atau dua subjek.
         - Kalimat kedua adalah hasil/akibat (effect/result)  kalimat pertama.
Contoh :
Kalimat I Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam.
Kalimat II Saya terlambat bangun pagi (kalimat ini adalah akibat atau hasil 'Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam')
Kalimat gabung Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam sehingga (saya) terlambat bangun pagi.

Latihan

Gabungkan dua kalimat ini dengan memakai kata hubung/konjungsi yang tepat !

  1. Guru saya menjelaskan tatabahasa. Saya menulis.
  2. Saya menyanyi. Saya bermain gitar.
  3. Tadi pagi saya tidak makan pagi. Sekarang saya merasa lapar sekali.
  4. Saya mau tidur lebih awal. Besok pagi saya bisa bangun pagi-pagi.
  5. Dia berolah raga setiap pagi. Dia mau menjadi sehat.
  6. Ibu menonton tv. Bapak membersihkan rumah.
  7. Saya sedang jalan-jalan di Malioboro. Saya  bertemu teman saya.
  8. Pieter  bekerja keras sekali hari ini. Sekarang dia merasa capai sekali.
  9. Dia membaca koran. Dia makan pagi.
  10. Saya bekerja di Indonesia. Saya belajar bahasa Indonesia di Wisma Bahasa

 



[ kembali ke Daftar Isi ]




 






Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.

Salah satu hal yang menjadi masalah bagi pembelajar adalah pemilihan kata yang tepat. Kata yang dipilih kadang tidak sesuai dengan situasinya. Tentu tulisan ini tidak bermaksud mentertawakan murid-murid, tetapi justru inilah yang menyenangkan dari mengajar bahasa Indonesia untuk orang asing, dan kita juga bisa belajar dari kesalahan ini.

Sampai sekarang guru-guru masih ingat cerita Sachiko. Katanya di depan kos dia sering ada jenazah tikus! Kata 'jenazah' dipakai hanya untuk orang (badan orang yang mati) dengan rasa hormat. Jadi, tentu saja guru-guru membayangkan ada tikus yang terhormat kedudukannya, telah mati di depan kos Sachiko! Kata yang tepat untuk ini adalah bangkai tikus.

Ketika tengah belajar Kazuhiro tiba-tiba bilang: "Maaf saya mau buang air seni". 'Air seni' sama dengan 'kencing' tetapi kata ini cukup jarang dipakai sehingga kedengarannya menjadi lucu, aneh, tetapi juga canggih manakala diucapkan orang asing. Lebih dari itu, biasanya orang akan bilang; "Maaf. Saya mau ke belakang".

Isna sangat terkejut ketika Gaby bilang bahwa dia meninggal (die) di hotel Radisson! Jadi dia pikir sekarang Isna sedang berhadapan dengan hantu. Tetapi dia segera sadar maksudnya adalah Gaby tinggal (stay) di Hotel Radisson!

 

 



[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Masalah Kebahasaan

PENGGUNAAN KATA: MAYAT, JENASAH, DAN BANGKAI

Tanya:
Apa perbedaan antara mayat, jenazah, dan bangkai? Bagaimana penggunaannya dalam kalimat sehari-hari.
(Tania, Inggris)

Jawab:
Mayat adalah badan manusia yang mati yang belum dirawat.

Contoh:

  • Polisi masih menyelidiki penemuan mayat di pinggir jalan itu.

Jenazah adalah badan manusia yang sudah mati yang sudah dirawat.

Contoh:

  • Anak laki-laki itu mencium jenazah bapaknya sebelum dimasukkan ke mobil jenazah untuk dikubur.

Bangkai adalah badan binatang yang sudah mati atau kadang juga barang yang sudah tidak bisa dipakai lagi.

Contoh:

  • Di dalam rumah ini pasti ada bangkai tikus. Baunya busuk sekali!
  • Banyak bangkai mobil dan sepeda motor di depan gedung itu sesudah kebakaran hebat kemarin.

[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Mozaik Wisma Bahasa

1 

Seminar bulanan:
Pada hari Kamis, 28 September Wisma Bahasa mengadakan seminar bulanan untuk murid dan guru. Seminar bulanan ini bertujuan untuk melatihkan kemampuan berbicara dan mendengarkan bagi murid bahasa Indonesia dan menambah wawasan bagi guru. Seminar bulan September bertopik “Tragedi G30S/PKI dan Dampaknya Kini”. Topik ini memang dipilih sesuai dengan peristiwa yang selalu diperingati bangsa Indonesia setiap bulan September.

Pembicara seminar adalah Dr. Budiawan, seorang dosen Magister Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma yang dikenal ahli masalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Seminar yang menarik ini dihadiri banyak murid dan guru Wisma Bahasa. Banyak peserta mengajukan pertanyaan tapi jawaban yang diberikan kurang memuaskan meskipun pembicara sudah menjelaskan dengan sangat jelas. Mengapa? Karena sampai sekarang tragedi 30 September 1965 memang masih menjadi misteri. Pelaku dan korban tragedi saja sampai sekarang belum bisa menjelaskan apalagi Pak Budiawan yang bukan pelaku dan korban gerakan 30 September! Meskipun masih menjadi misteri, seminar ini sangat menarik karena membicarakan tragedi 30 September dari sisi lain dan dampaknya sampai hari ini.

Seminar bulan Oktober bertopik “Konflik di Indonesia Berbasis Fundamentalisme dan Radikalisme" Pembicara: Bp Abdul Muhaimin, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ummah dan Ketua FPUB – Forum Persaudaraan Umat Beriman dan Bp. Dodi Wibowo dari PSKP UGM – Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian.


2

Malam Indonesia
Wisma Bahasa mengadakan acara Malam Indonesia! Ini adalah acara yang banyak ditunggu murid Wisma Bahasa karena menarik dan merupakan kesempatan bagus untuk mengenal budaya Indonesia. Banyak kegiatan budaya ditampilkan, seperti tarian, nyanyian, drama, dan fashion show! Ada tiga tarian daerah, yaitu tari Jawa “Gambiranom “ oleh Mbak Misako, mantan murid dari Jepang, tari “Tor-tor “ dari Batak oleh 3 guru Wisma Bahasa, dan tari “Saman” dari Aceh oleh beberapa murid dan guru WB. Fashion show diikuti oleh semua guru dan murid. Acara ditutup dengan drama oleh para guru dan dilanjutkan menyalakan lilin.


3

Gedung Wisma Bahasa
Sekarang Wisma Bahasa Indonesia memiliki dua gedung baru, tetapi gedung yang lama msih tetap dipakai sebagai gedung utama. Gedung baru yang pertama (WB 2) terletak di Jl Rajawali, Gang Nuri # 1A, dan gedung yang satunya (WB 3) di Jl. Kompleks Colombo # 8, kira-kira 75 meter dari gedung WB yang lama.

Sementara itu gedung Wisma Bahasa Inggris pindah di Jl. Garuda # 1A, Demangan Baru, kira-kira 100 meter dari WB I. Gedung yang lama (di Jl. Cendrawasih) sudah tidak dipakai karena rusak akibat gempa.



[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 



Selamat Kawan !!


Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk mantan murid Wisma Bahasa di mana pun kalian berada. Kami tidak akan pernah melupakan kalian. Semoga kalian selalu baik dan semakin baik....

1/10 Okanu Ikuko, Yuriko Fujiwara
2/10

Davis Eastwood, Caro Struijke, Gabriele Fontaine, Satomi Nakamura, Ulrich Kaunath, Caroline Aberg

3/10 Lee Sung Yul, Frances Pinkerton, Shenae Allen, Patricia Anne Dann, Jo Foggo, Robert Kelly, Mark Avery
4/10 Alan F. Smyth, Ronja Eberle, Alan Aaronson, Sirimon Antipatya, Hannelore Gut
5/10 Michael Brooks II, Mai Nagai, Irene Ritchie, Keiko Hattori, Hwang Hee Jeong
6/10

Lim Kyung Hee, Ben Horner, Alip Nugroho, Renee Suzanne Samowski, Anne Luehrs, Ryuto Motohashi

7/10 Lydia Mouat, Tony Taylor, Amelia Husagic
8/10

Terry Symonds, Victoria Serra, Grant Ehren Dess, Jorg Stockburger, Beate Fusening, Anne A. Nytes, Rae Alexis Hughes, Wayne Palmer, Elaine Montegriffo, Kat Riegelnegg

9/10 Carol Carp, Kang Myoung Sook, Emmanuelle Strub, Grant Dooley
10/10 Rut Kruger Giverin
11/10 Ian Wedding, Kerry Sieh, Kees Faesen-Kloet, Vionier Bernard, Ann Backhaus, Kate McDonald
12/10 Solomon Rowland, Cheryl Reid
13/10 Michael D. Spitteler, Anna Thurling, Peter Fritschi, Shu Kojima, David Nyhem
14/10 Park Ji-Young, Venetia Bellers, Mark L. Colvin, Isabelle Jeanneret
15/10

Anne Dawson-Shepherd, Saskia Mostert, Helen Payne, David Willis, Janet Parry, Elizabeth Mulleneux

16/10 Sophie Thomson, Avis Sosa, Anne Schaefer
17/10 Barjinah, Misako Haruna, Michiel Egeler, Matt Leverett
18/10 Preston Hiroki Pentoni, Lorna Power, Shahreen Young, Carlos Salas, Tammy Crittenden, Stephen Fitzpatrick
19/10 Edison Sian
20/10 Parvinder (Bindu) Bual, Christina Hove Odgaard, Folup Natalia Loredano, Tomomi Tanida, Veronika Witteveen, Yuka Tanaka, Aksel Tomte, Kim Terje Ioraos, Piers Cazalet
21/10

Naoko Takashima, Chikara Setouchi, Jehan Arulpragasam, Jocelyn Davie Robert, Robert Jame Worne

22/10 Patricia Ann M’Willian, Anneli Strom Leijel, Sarah Collins, Michael Lewis
23/10 Angie, Sandra Baguley, Simone Diop, Norma Medina, Dean Peterson
24/10 Tracey Bautin, Yoko Oteki, Daiki Sugiura,
25/10

Leonardo Martinez, Keith Shepstone, Eric Jardine, Eric Brazier

26/10 Kinuko Hirokawa, Valeri Herzog
27/10 Andrew Norris, Terrence Markin, Yamada Moriko, Andrew Byrin
28/10 Wilco van den Heuvel, Tyna Hickerson, Shiori Owaki, Geoffrey Lilburne, Virgil
29/10

Maryadi, Bruno Guilloux, Cathy Molnar

30/10 Portevin Thibaut, Diane Zhang, Yoko Jin
31/10 Eriko Hamashiro, Sovina Singh, Alan Foulkes, Michela Bertani, Jason Hawerdine, Joana Lynn Iacovelli
   
Untuk Guru dan Staf yang bulan Oktober ini berulang tahun tentu saja kami juga mengucapkan Selamat Ulang Tahun..
23/10 Angie



Selamat bagi murid yang pada bulan lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...
 
o Karen Michelmore (Australia)

Australian Associated Press

o Robert Jane Warne (Australia) Individu
o Julian Bianco (Australia) Individu
o Elizabeth Mulleneux (Australia) Individu
o Christina Lopez (Spanyol) Individu
o Henny Heyer  (Belanda)

Netherland Lepra Relief

o Ninya Limmen (Belanda) Individu
o Frank van Saase (Belanda) Individu
o Hollin Dickerson (Amerika) The Asian Foundation
o Michael Ewing (Amerika) University of Melbourne
o Waltraud Novak (Austria) OXFAM
o Leo Hume (Selandia Baru) Missionary Aviation Fellowship
o Glenys I. Hume (Selandia Baru) Missionary Aviation Fellowship
o Celia Mannaert (Perancis) ICRC
o Igor Dolgih (Rusia) UNDP
o Annian Staudigl (Jerman) Individu
o Tina Robel (Jerman) Individu
o Robert Laude (Jerman) HELP Jerman
o Svenja Paulino (Jerman) GTZ
o Almiser Paulino (Rep. Dominika) GTZ
o . Ayumi Ishiharo (Jepang) Individu
o William Vodden (Kanada) Redpath
o Naomi Vodden (Kanada) -
o . Alexander Vodden (Kanada) -


DAN YANG TIDAK BOLEH LUPA :
WISMA BAHASA akan berulang tahun ke-25
pada tanggal 22 Juli 2007 !!!



[ kembali ke Daftar Isi ]








Realia

Ini bukan baju Dewi. Ini baju Sari.
   


[ kembali ke Daftar Isi ]


You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page



Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved