Sejak tahun
2005 DEPLU RI telah menyelenggarakan program pelatihan
bahasa Indonesia bagi para diplomat negara-negara ASEAN
plus three (negara-negara ASEAN plus Cina, Korea dan
Jepang) atau biasa disebut “Promotion of Language
Program for ASEAN Plus Three Cooperation”. Program
ini diharapkan akan memperdalam rasa pengertian antarnegara
sekaligus media yang efektif untuk mempromosikan bahasa
dan budaya Indonesia ke negara-negara tetangga tersebut
Program ini pertama kali diselenggarakan
pada tahun 2005 program ini diadakan di Yogyakarta.
DEPLU RI mempercayakan pelaksanaannya kepada Wisma Bahasa,
sebuah lembaga pengajaran Bahasa Indonesia untuk pembelajar
asing yang sudah berpengalaman selama 25 tahun. Sukses
dengan pelaksanaan pada tahun 2005 di Wisma Bahasa,
DEPLU melanjutkan program tersebut pada tahun 2006 ditempat
yang sama. Persiapan telah dimulai ketika bencana gempa
memporak-porandakan Yogya pada akhir Mei 2006. Setelah
mempertimbangkan berbagai faktor, tempat pelaksanaan
dipindahkan ke Bandung.
Dua tahun kemudian yaitu pada tanggal
28 Juni 2007 program belajar bahasa Indonesia untuk
para diplomat Negara-negara ASEAN plus three kembali
dilaksanakan di Yogya. Keberhasilan pelaksanaan pada
tahun 2005 yang sangat memuaskan semua pihak mendorong
DEPLU RI untuk kembali menunjuk Wisma Bahasa sebagai
pelaksana program ini. 16 Diplomat (name list beserta
asal negara terlampir) dari 10 negara akan berkumpul
dan mempelajari bahasa Indonesia serta mengenal budaya
Indonesia selama kurang lebih 3 bulan di Wisma Bahasa
Yogyakarta. Pembukaan acara secara resmi akan diadakan
di Wisma Pancasila, komplek Perkantoran DEPLU RI di
Pejambon, Jakarta pada tanggal 26 Juni 2007.
Menurut rencana program akan dibuka
oleh Sekjen DEPLU. Setelah itu rombongan akan berangkat
ke Yogyakarta pada tanggal 27 Juni dengan menggunakan
kereta Api Argo Dwipangga. Rencananya rombongan akan
diterima dengan upacara singkat oleh Direktur Wisma
Bahasa Agus Soehardjono SS, MM. mewakili manajeman Wisma
Bahasa di Hotel Puri Artha di mana selanjutnya rombongan
akan tinggal selama 3 bulan berikutnya.
Selama 3 bulan pelaksanaan program,
peserta akan belajar bahasa Indonesia di dalam dan di
luar kelas. Mereka juga akan diperkenalkan pada budaya
Indonesia dan kehidupan masyarakat. Peserta akan diajak
menyaksikan Candi Borobudur, keagungan Kraton Kasultanan
Yogya, pertunjukan tarian Ramayana yang terkenal di
Komplek Candi Prambanan dan merasakan kehidupan di desa
dan masih banyak lagi.
Mereka juga akan mendapatkan kesempatan
untuk beraudiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku
Buwono X serta mengikuti upacara hari kemerdekaan RI
pada tanggal 17 Agustus. Kunjungan ke pasar tradisional
dan praktek bicara dengan masyarakat lokal juga merupakan
kegiatan yang juga tak kalah penting bagi para peserta
program ini dalam rangka memahami kehidupan sehari-hari
masyarakat.
Pada akhir program, semua peserta akan
mempresentasikan hasil pembelajaran bahasa dan pengenalan
budaya pada tanggal 21 September sekaligus diadakan
upacara penutupan oleh DEPLU di Yogyakarta.
Pada akhirnya pemahaman mereka pada
budaya dan bahasa Indonesialah yang menjadi inti dari
pelaksanaan program ini. Harapannya kelak ketika peserta
menjadi pemimpin, pemahaman mereka akan Indonsia akan
membantu meningkatkan saling pengertian dan kerjasama
di wilayah ASEAN seperti cita-cita Komunitas ASEAN (ASEAN
Community).
Seperti kata pepatah ”tak kenal maka tak sayang”
|