Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

7 Indonesian Proverbs Which Have English Equivalents

A proverb is a word or sentence that has a fixed structure with specific figurative meaning. These sentences contain comparisons, parables, advice, life principles, or rules of conduct. Proverbs are known in many countries and languages. No wonder, proverbs in Indonesian also have equivalents in other languages, among other is English.

The following is Indonesian proverbs which have equivalents in English.

  1. A good marksman may miss.

There is similar proverb in Indonesia, that is, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.”

This expression means nobody lives without mistakes or no one is perfect.

  1. When in Rome, do as the Romans do.

The expression is similar to, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

It means when we’re visiting a new place, we should respect the customs and habits of the local people.

  1. Killing two birds with one stone.

This proverb is used when someone more than one benefit at once, just from one action. In Indonesian, we often use,”Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” to describe this situation.

  1. A careless tongue can be more dangerous than a sword.

This proverb reminds us not to speak carelessly because what we say may harm others. The proverb is equivalent to “Mulutmu harimaumu” in Indonesian.

  1. No pain, no gain.

This proverb is often used in everyday conversation. It describes the need for effort to achieve success. In Indonesian, we usually use the proverb, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.” It is also usually followed by the sentence “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

  1. It’s no use crying over spilt milk.

This expression is usually used when we regret something we have done, but there is nothing we can do about it, because it has already happened. In Indonesian, you can use the proverb, “Nasi sudah menjadi bubur,” to describe a similar situation.

  1. Still Water Runs Deep.

This proverb describes a quiet person, who actually has extensive knowledge. In Indonesian, we use the expression “Diam-diam menghanyutkan,” to describe a person who never shows his/her strengths, but is actually very talented.

Those are 7 Indonesian proverbs which have English. Let’s try using proverbs in our daily conversations to improve our Indonesian language skills. We hope you find this useful!

Peribahasa adalah kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu. Kalimat ini berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku. Peribahasa dikenal di berbagai negara dan bahasa. Tak jarang, peribahasa di bahasa Indonesia juga memiliki kesamaan makna dengan peribahasa di bahasa lain, misalnya bahasa Inggris.

Berikut deretan peribahasa di bahasa Indonesia yang memiliki makna sama dengan peribahasa di bahasa Inggris.

  1. A good marksman may miss.

Di bahasa Indonesia, peribahasa tersebut bermakna sama dengan,“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.”

Ungkapan ini bermakna bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan atau tidak ada orang yang sempurna.

  1. When in Rome, do as the Romans do.

Ungkapan tersebut mirip dengan, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya, ketika mengunjungi sebuah tempat baru, kita sebaiknya menghormati adat istiadat dan kebiasaan yang dimiliki orang setempat.

  1. Killing two birds with one stone.

Peribahasa ini digunakan ketika seseorang mendapatkan dua manfaat atau keuntungan sekaligus, hanya dari satu tindakan yang dilakukan. Di bahasa Indonesia, kita sering menggunakan peribahasa, ”Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” untuk menggambarkan situasi ini.

  1. A careless tongue can be more dangerous than a sword.

Peribahasa ini dibuat untuk mengingatkan Anda agar tidak berbicara sembarangan karena apa yang Anda katakan bisa mencelakai diri Anda sendiri. Makna dari peribahasa ini mirip dengan pepatah di bahasa Indonesia, yaitu, “Mulutmu harimaumu.”

  1. No pain, no gain.

Peribahasa yang satu ini sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ungkapan ini menggambarkan tentang perlunya usaha untuk mencapai kesuksesan. Di bahasa Indonesia, kita biasanya menggunakan peribahasa, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.” Peribahasa ini juga biasanya dilanjutkan dengan kalimat, “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

  1. It’s no use crying over spilt milk.

Ungkapan ini biasanya digunakan ketika kita menyesali suatu hal yang telah kita lakukan, tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan, karena hal itu sudah terlanjur terjadi. Di bahasa Indonesia, Anda bisa menggunakan peribahasa, “Nasi sudah menjadi bubur,” untuk menggambarkan situasi serupa.

  1. Still Water Runs Deep.

Untuk menggambarkan orang yang jarang berbicara, tapi sebenarnya punya banyak pengetahuan, peribahasa tersebut sering digunakan. Di bahasa Indonesia, kita menggunakan ungkapan “Diam-diam menghanyutkan,” untuk mendeskripsikan orang yang tidak pernah menunjukkan kelebihannya, tapi sebenarnya sangat bertalenta.

Itulah 7 peribahasa Inggris yang bermakna mirip dengan peribahasa Indonesia. Mari, tingkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dengan menyelipkan peribahasa dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Indonesia Wisma Bahasa. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: