Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62274520341 [email protected]

A TRAVEL GUIDE TO MANADO CITY

Manado City is the capital city of North Sulawesi Province. This city is well-known for its stunningly beautiful beaches and impressive diving tours. Check out the overview of Manado city below!

  • Administrative Districts

Manado City consists of 11 sub-districts (kecamatan) and 87 urban villages (kelurahan). Manado City has North Minahasa Regency on the north side and the Mantehage Strait, on the east side is Minahasa Regency, on the south side is Minahasa Regency, and on the west side is Manado Bay.

  • Geography

Manado City has a coastline of 18.7 kilometers with a total land area of 15,726 hectares. In addition to the beach, there are highlands and hills with the highest peak being Mount Tumpa.

  • Demographics

The majority of residents in Manado city are the Minahasa ethnic group. There are also indigenous people of Manado such as Tombulu people who speak the Tombulu language. Then, the Sangir, Gorontalo, Chinese, Arab, and other ethnic groups also occupied this city.

Manado Malay is the main language spoken in Manado City. This language is similar to Indonesian with a distinct dialect and some foreign language vocabulary such as Dutch and Portuguese.

  • Tourism and Main Sights

Ecotourism is the biggest attraction in Manado among tourists. You can scuba dive and snorkel on Bunaken Island, visit Lake Tondano, and enjoy Mount Lokon and Mount Mahawu.

Manado city is also known as a city of religious tourism such as the Christ Blessing Monument for Christians and the Ban Hing Kiong Temple for Confucians.

  • Cuisine

One of the specialties of Manado City is bubur Manado (Manado porridge) or known as tinutuan. This porridge is made from rice, pumpkin, cassava, spinach, kale, gedi leaves, corn, and basil. Manado porridge is usually eaten with salted fish or fried tofu as breakfast. In the Christian community, bubur Manado is mixed with red bean soup (brenebon) and extra pork feet at a thanksgiving event in Manado City.

In addition to porridge, the rice is also processed into special Manado yellow rice with skipjack tuna, beef, and fried onions and served with daun aren or daun lontar (palm leaves – woku leaves).

The city of Manado is certainly rich in seafood such as skipjack fufu and roa fish sauce which go well with fried bananas. In addition, there are also pork and RW dishes made from dog meat as well as exotic cuisines such as paniki, which is made from megabat meat.

For snacks, you can try the biapong cake, katang-katang, and Manadonese klappertaart.

What a breathtaking city! Are you ready to travel to Manado City?

Kota Manado adalah ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Kota ini populer dengan keindahan pantai dan wisata selamnya yang memukau. Berikut ulasannya.

  • Wilayah

Kota Manado terdiri atas 11 kecamatan dan 87 kelurahan. Batas wilayah Kota Manado di sisi utara yaitu Kabupaten Minahasa Utara dan Selat Mantehage, di sisi timur yaitu Kabupaten Minahasa, di sisi selatan yaitu Kabupaten Minahasa, dan di sisi barat yaitu Teluk Manado.

  • Geografi

Kota Manado memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer dengan luas wilayah daratan total 15.726 hektare. Selain pantai, terdapat daratan tinggi dan perbukitan dengan puncak tertinggi yaitu di Gunung Tumpa.

  • Demografi

Penduduk Kota Manado didominasi suku Minahasa dan ada pun subsuku asli Manado seperti Tombulu yang berbicara dengan bahasa Tombulu. Kemudian, suku Sangir, suku Gorontalo, suku Tionghoa, suku Arab, dan suku-suku lainnya pun menempati kota ini.

Bahasa Manado dituturkan di Kota Manado. Bahasa ini mirip menyerupai bahasa Indonesia dengan logat khusus dan menggunakan beberapa kosakata bahasa asing seperti bahasa Belanda dan bahasa Portugis.

  • Tempat Wisata

Ekowisata sangat diminati wisatawan yang mengunjungi Kota Manado. Anda bisa menyelam scuba dan snorkelling di Pulau Bunaken, mengunjungi Danau Tondano, dan menikmati Gunung Lokon serta Gunung Mahawu.

Kota Manado juga dikenal sebagai kota wisata religi seperti Monumen Yesus Memberkati bagi penganut kristiani dan Kelenteng Ban Hing Kiong bagi penganut Konghucu.

  • Kuliner

Kuliner khas Kota Manado ialah bubur Manado atau dikenal dengan nama tinutuan. Bubur ini berbahan dasar beras, labu kuning, singkong, bayam, kangkung, daun gedi, jagung, dan kemangi. Bubur Manado biasanya disantap bersama ikan asin atau tahu goreng saat sarapan pagi. Pada komunitas Kristen, bubur Manado dicampur dengan sup kacang merah (brenebon) dan tambahan kaki babi pada hari pengucapakan syukur di Kota Manado.

Selain bubur, beras juga diolah menjadi nasi kuning khas Manado dengan daging ikan cakalang, daging sapi, dan bawang goreng dan disajikan dengan daun aren atau daun lontar (daun woku).

Kota Manado tentunya kaya akan kuliner laut seperti ikan cakalang fufu dan sambal ikan roa yang cocok disantap dengan pisang goreng. Selain itu, ada pula kuliner babi putar dan RW yang berbahan dasar daging anjing serta kuliner eksotis seperti paniki yang berbahan dasar daging kelelawar buah.

Untuk camilan, Anda bisa mencoba kue biapong, katang-katang, dan klappertaart khas Manado.

Wah, kaya sekali ya Kota Manado! Sudah siapkah Anda menyelami Kota Manado?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.