Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Balinese Endek Fabric Goes International In Christian Dior Fashion Show

Christian Dior’s fashion show for the Spring and Summer 2021 collection at the Paris Fashion Week on Tuesday (29/9/2020), is very special for Indonesia. Why? Because this time, in his “Collage” collection, Dior presents Endek fabric from Bali, in one of his fashion designs.

“This stunning coat is made from a mix and match of a patterned scarf, particularly including the Indonesian version of the double tie weaving fabric, Endek, as an expression of hereditary cultural heritage. Dior is committed to working side by side with local craftsmen to preserve local cultural assets and ensure that the techniques used are well preserved, ” Dior wrote in a post on his social media account.

Meanwhile, the Artistic Director of Dior stated that Christian Dior’s decision to use Endek Bali fabric was based on the desire to promote cultural values and skills, especially from women weaver workers.

In line with this, women’s clothing designer Maria Grazia Chiuri revealed that this collection is a form of dialogue that she engages in with women around the world. “So maybe that’s why I want to have a dialogue with other women, I don’t want to shut myself up in my room and stay alone,” said Maria as quoted by Reuters.

Responding to the use of the Balinese Endek fabric in Dior fashion shows, the Indonesian Ambassador to France, Arrmanatha Christiawan Nasir said that the use of Endek fabric in Dior’s collection this time proved that the special fabric from Bali has been recognized for its quality and beauty.

“Hopefully this will be an encouragement for the people in Bali in the midst of the Covid-19 challenges,” said Nasir in a press release.

(Source : Kompas.com)

Pagelaran busana Christian Dior untuk koleksi Musim Semi dan Musim Panas 2021 di ajang Paris Fashion Week pada Selasa (29/9/2020), sangat spesial buat Indonesia. Bagaimana tidak? Kali ini, dalam koleksinya yang bartajuk “Kolase”, Dior menghadirkan kain Endek asal Bali, sebagai salah satu rancangan busananya.

Coat yang memukau ini dibuat dari padu padan scarf bermotif, khususnya kain ikat versi Indonesia yaitu Endek, sebagai ekspresi dari warisan budaya turun temurun. Dior berkomitmen untuk bekerja berdampingan dengan para perajin lokal untuk menjaga kelestarian aset budaya setempat dan memastikan bahwa teknik-teknik yang digunakan tetap terjaga dengan baik,” tulis Dior dalam unggahan di akun media sosialnya.

Sementara itu, Artistic Director Dior menyatakan bahwa keputusan Christian Dior untuk menggunakan kain Endek Bali, didasari oleh keinginan untuk mengangkat nilai kebudayaan serta hasil keterampilan, terutama dari para penenun perempuan.

Senada dengan hal ini, perancang pakaian wanita Maria Grazia Chiuri mengungkapkan bahwa koleksi ini adalah bentuk dialog yang ia lakukan pada wanita di seluruh dunia. “Jadi mungkin juga untuk itulah saya ingin berdialog dengan wanita lain, saya tidak ingin menutup diri di kamar, tinggal sendiri,” ujar Maria seperti dikutip dari Reuters.

Menanggapi digunakannya kain Endek Bali dalam pagelaran busana Dior, Dubes RI untuk Perancis, Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan bahwa penggunaan kain Endek dalam koleksi Dior kali ini membuktikan bahwa kain asal Bali itu telah diakui kualitas dan keindahannya.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat di Bali ditengah tantangan Covid-19,” kata Nasir melalui siaran persnya. (Sumber : Kompas.com)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: