Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Getting to Know the Buton Tribe, Indonesian Natives with Blue Eyes

Most Indonesians are born with black hair, tan or olive skin, and blackish brown eyes. These are the common physical characteristics of Southeast Asian people, including Indonesia.

However, in the Southeast corner of Sulawesi Island, Kendari, we can meet people with distinctive physical characteristics. They are the Butonese. Buton people has unique bright blue eyes, a physical characteristic which for Indonesians only “bule” or Caucassions would have.

This unique phenomenon has been passed from generation to generation by the Butonese. Once, the word was the reason why they have blue eyes was because in the past their ancestors married the Portuguese who settled in Indonesian territory.

This is not completely untrue. A number of Butonese noble families are descended from native Indonesians who married a Portuguese. However, this is not the sole premise behind their bright blue eyes.

According to a study, the Butonese blue eyes are on account of Waardenburg syndrome. It is stated, this syndrome occurs in 1 of every 42,000 people in the world. Waardenburg syndrome is usually characterized by hearing loss and special pigmentation of the eye.

Bright blue eyes are often considered beautiful and attractive. In fact, numbers of people use blue contact lenses to improve their appearance. Unfortunately, this was not the case in Buton. These beautiful eyes are often perceived as something strange. The children often get ridiculed and bullied at school, that they become inferior, quiet, shy with low self-esteem. Previously, the Butonese would shut themselves off from outside associations and were reluctant to interact socially, fearing they would become a laughing stock.

Kebanyakan orang Indonesia terlahir dengan rambut hitam, kulit sawo matang atau kuning langsat, dan bola mata berwarna cokelat kehitaman. Ciri-ciri fisik tersebut menjadi salah satu kekhasan orang Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Namun, di salah satu sudut pulau Sulawesi, tepatnya di Kendari, Sulawesi Tenggara, ada yang berbeda dari ciri fisik penduduk aslinya. Mereka adalah suku Buton. Satu hal yang unik dari suku Buton adalah bola mata mereka yang berwarna biru terang, layaknya orang “bule”.

Fenomena unik ini terjadi pada suku Buton secara turun temurun. Sempat tersiar kabar bahwa warna biru dari mata mereka adalah karena nenek moyang mereka menikah dengan bangsa Portugis yang pada zaman dahulu menduduki wilayah Indonesia.

Kabar ini tak sepenuhnya salah. Sejumlah keluarga bangsawan dari suku Buton memang merupakan keturunan orang asli Indonesia yang menikah dengan seorang Portugis. Namun, ini bukanlah satu-satunya alasan yang membuat orang-orang suku Buton bermata biru cerah.

Menurut sebuah penelitian, kondisi mata biru penduduk suku Buton disebabkan oleh sindrom Waardenburg. Tercatat, sindrom ini bisa terjadi pada 1 dari tiap 42.000 orang penduduk dunia. Sindrom Waardenburg biasanya ditandai dengan gangguan pendengaran dan pigmentasi khusus pada mata.

Mata yang berwarna biru cerah banyak dinilai cantik dan menarik. Buktinya, tak sedikit orang yang malah menggunakan lensa kontak berwarna biru demi menunjang penampilan. Sayangnya, tak begitu yang terjadi di Buton. Keunikan yang ada pada mata orang Buton, sering dianggap sebagai sesuatu yang aneh. Bahkan, anak-anak sering mendapatkan ejekan dan perundungan di sekolah, sehingga mereka menjadi minder, tertutup, malu, dan rendah diri. Sebelumnya, orang-orang Buton akan menutup diri dari pergaulan luar dan enggan berinteraksi secara sosial, karena khawatir akan menjadi bahan tertawaan.

Namun demikian, sesudah fenomena ini menarik perhatian banyak pihak dan diangkat sebagai sebuah kisah yang unik, pandangan masyarakat setempat terhadap suku Buton pun mulai berubah. Bahkan, fenomena mata biru ini telah banyak diulas media massa di luar negeri. Kini, suku Buton tak hanya menjadi bagian dari keanekaragaman suku di Indonesia, namun juga memberi warna pada keindahan dan keistimewaan Indonesia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: