Wisma Bahasa

Meaning of Indonesian Words VS English Words

Indonesian has a variety of vocabulary that can be distinguished from the level of meaning. When compared with certain vocabulary in English, there are several variations of Indonesian vocabulary that are unique and have specific meanings depending on the context. Let’s take a closer look together!

  1. I

The word I​ in English is a singular first-person pronoun. In Indonesian, the first person singular consists of the words Saya and Aku. The word Saya is used in formal situations, while the word Aku is used in informal situations. In a meeting setting, it is best to use the word, Saya. For example, “I have an idea for this problem.” (Saya punya ide untuk masalah ini.) On the other hand, the word Aku can be used in a casual setting, for example when talking to friends. For example, “I want to relax on the beach this afternoon.” (Aku mau santai di pantai sore ini.)

  1. You

The word You in English functions as a second person singular and plural. This is different from the Indonesian language which distinguishes the words Anda, Kamu, dan Kalian. The word Anda functions as a singular second-person pronoun especially referring to a stranger or someone who is respected. The word Anda is a very polite word when spoken informal situations, for example when speaking to a stranger. For example, “Do you know where this address is?” (Apakah Anda tahu di mana alamat ini?

The word kamu is a singular second-person pronoun intended for someone who is already in a close relationship with you. This close relationship, for example, relationships from older people to younger people, fraternal relationships or friendships, and other close relationships.

For example, “What do you want to eat?”said a Mother to her child. (Kamu mau makan apa?” tanya Ibu ke anaknya.)

  1. Died

In English, the word died can be used for humans, animals, and inanimate objects. Meanwhile, Indonesian has a unique level of meaning to interpret the word died.

The word mati is intended for humans, animals, and inanimate objects in a lifeless state. However, the word mati for humans is considered very harsh and should be avoided in everyday life.

For example, “Her dog died.” (Anjing dia mati.)

For example, “My computer died when I unplugged it.” (Komputer saya mati ketika saya mencabut stekernya.)

The word meninggal is intended for humans and used in general.

For example, “His friend died yesterday.” (Teman dia meninggal kemarin.)

The word tewas is intended for lifeless humans in conditions of disaster, war, and other unfortunate events.

For example, “90 victims died in the earthquake disaster.” (90 korban tewas dalam bencana gempa itu.)

The word gugur is intended for heroes who lost their lives in war.

For example, “That hero died in the war in 1940.” (Pahlawan itu gugur dalam perang tahun 1940.)

The word wafat is meant for kings, queens, or people who are respected.

For example, “Gus Dur, former president of Indonesia, died 12 years ago.” (Gus Dur, mantan presiden Indonesia, wafat 12 tahun lalu.)           

The word mangkat is used for deceased kings. This word is used to honor the king.   Therefore is rarely used nowadays.

For example, “King Mamuju died at the age of 78.” (Raja Mamuju mangkat pada usia 78 tahun.)

This is only a small part of the diversity in the meanings of Indonesian words. Perhaps, when compared to other languages, we can see another interesting side! What other Indonesian words with multiple meanings do you know?

Bahasa Indonesia memiliki keanekaragaman kosakata yang dapat dibedakan dari tingkat maknanya. Jika dibandingkan dengan kosakata tertentu dalam bahasa Inggris, ada beberapa variasi kosakata bahasa Indonesia yang cukup unik dan bermakna spesifik sesuai konteks. Yuk, kita tilik bersama-sama!

  1. I

Kata I dalam bahasa Inggris merupakan kata ganti orang pertama tunggal. Dalam bahasa Indonesia, kata ganti orang pertama tunggal terdiri atas kata “saya” dan “aku”. Kata “saya” digunakan dalam situasi formal, sedangkan kata “aku” digunakan dalam situasi tidak formal.

Ketika berbicara di dalam rapat, sebaiknya menggunakan kata “saya”.

Contoh, “Saya punya ide untuk masalah ini.” (“I have an idea for this issue.”)

Sebaliknya, kata “aku” bisa digunakan dalam ragam santai, misalnya ketika berbicara dengan teman.

Contoh, “Aku mau santai di pantai sore ini.” (“I want to be relax in the beach this afternoon.”)

  1. You

Kata you dalam bahasa Inggris berfungsi sebagai kata ganti orang kedua tunggal dan jamak. Hal ini berbeda dengan bahasa Indonesia yang membedakan kata “Anda”, “kamu”, dan “kalian”.

Kata “Anda” berfungsi sebagai kata ganti orang kedua tunggal yang khususnya ditujukan kepada orang yang belum akrab atau orang yang dihormati. Kata “Anda” merupakan kata yang sangat sopan jika dituturkan dalam situasi resmi, misalnya ketika berbicara dengan orang yang belum dikenali.

Contoh, “Apakah Anda tahu di mana alamat ini?” (“Do you know where this address is?”)              

Kata “kamu” merupakan kata ganti orang kedua tunggal yang diperuntukkan kepada orang yang sudah berhubungan akrab. Hubungan akrab ini misalnya hubungan dari orang yang lebih tua kepada orang yang lebih muda, hubungan persaudaraan atau pertemanan, dan hubungan akrab lainnya.

Contoh, “Kamu mau makan apa?” tanya Ibu ke anaknya. (“What do you want to eat?” said Mother to her child.)

  1. Died

Dalam bahasa Inggris, kata died bisa digunakan untuk manusia, hewan, dan benda tak hidup. Sementara itu, bahasa Indonesia memiliki tingkatan makna unik untuk mengartikan kata dead ini.

Kata mati  diperuntukkan untuk manusia, hewan, dan benda mati dalam keadaan tidak bernyawa. Namun, kata mati untuk manusia ini dinilai sangat kasar dan sebaiknya dihindari dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh, “Anjing dia mati.” (“Her dog died.”)

Contoh, “Komputer saya mati ketika saya mencabut stekernya.” (“My computer died when I unplugged it.”)

Kata meninggal diperuntukkan untuk manusia dan digunakan secara umum.

Contoh, “Teman dia meninggal kemarin.” (“His friend died yesterday.”)

Kata tewas diperuntukkan untuk manusia yang tidak bernyawa dalam kondisi bencana,   perang, dan peristiwa naas lainnya.

Contoh, “90 korban tewas dalam bencana gempa itu.” (“90 victims died in the earthquake disaster.”)

Kata gugur diperuntukkan untuk pahlawan yang kehilangan nyawa dalam perang.

Contoh, “Pahlawan itu gugur dalam perang tahun 1940.” (“That hero died in the war in 1940 .”)

Kata wafat diperuntukkan untuk raja, ratu, atau orang yang dihormati.

Contoh, “Gus Dur, mantan presiden Indonesia, wafat 12 tahun lalu.” (“Gus Dur, former president of Indonesia, died 12 years ago.”)

Kata mangkat diperuntukkan untuk raja-raja. Kata mangkat digunakan untuk menghormati raja. Kata ini jarang digunakan pada masa kini.

Contoh, “Raja Mamuju mangkat pada usia 78 tahun.” (King Mamuju died at the age 78.)

Ini hanyalah sebagian kecil dari keanekaragaman makna kata-kata bahasa Indonesia. Mungkin, jika dibandingkan dengan bahasa lain, kita bisa melihat sisi menarik lainnya, ya! Kira-kira, kata-kata dalam bahasa Indonesia apa lagi, ya, yang punya sejuta makna?

Exit mobile version