Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Wisma Bahasa Kembali Buka Kelas Tatap Muka di Yogyakarta

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama COVID-19 telah terjadi di Indonesia pada awal Maret 2020, Wisma Bahasa segera merespons dengan membuat kebijakan untuk menghentikan penyelenggaraan kelas tatap muka di Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Hal ini dilakukan sebagai salah satu peran aktif Wisma Bahasa untuk ikut mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran COVID-19.

Saat ini, Wisma Bahasa telah menyiapkan panduan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat dan termonitor. Kami membudayakan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka pencegahan penularan COVID-19. Berkaitan dengan itu, Wisma Bahasa telah siap untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka di Yogyakarta.

Suasana Wisma Bahasa tampak sangat berbeda ketika belajar di masa pandemi ini. Hanya terlihat beberapa orang staf dan guru yang bertugas mengajar. Suasana ruang tengah yang biasanya ramai dengan murid-murid yang sedang mengobrol, saat ini sangat sepi. Hal ini karena kebanyakan guru dan murid Wisma Bahasa saat ini menyelenggarakan kelas secara daring dari rumah masing-masing.

Koichi adalah murid pertama di Wisma Bahasa Yogyakarta yang belajar bahasa Jawa secara tatap muka pada bulan September ini. Kebetulan, Koichi telah berada di Yogyakarta pada masa pandemi ini. Sebelum mulai belajar di kelas dengan guru, ia telah dinyatakan bisa belajar secara tatap muka, berdasarkan hasil penilaian kesehatannya.

Setiap kali Koichi datang ke Wisma Bahasa untuk belajar, petugas keamanan kami akan melakukan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu. Kemudian, ia akan dipersilakan masuk setelah mencuci tangan.

Setelah bertemu dengan guru Jono, Koichi langsung memasuki ruang kelasnya. Suasana yang berbeda juga terlihat di dalam kelas. Di atas meja, terpasang sebuah pembatas agar guru dan murid merasa lebih aman dan nyaman. Guru Jono juga menggunakan face shield saat mengajar. Dengan tetap memakai masker, Koichi terlihat sangat menikmati pembelajaran di kelas. Mungkin karena guru Jono kerap membuat lelucon yang membuat suasana kelas jadi menyenangkan. Setelah 2 jam belajar bahasa Jawa dengan guru Jono, Koichi mengakhiri kelasnya.

Demi menjaga ruang kelas tetap steril, petugas kebersihan kami langsung melakukan pembersihan dengan disinfektan, setelah kelas selesai digunakan. Selama masa pandemi dan menuju masa normal baru ini, Wisma Bahasa akan terus berusaha memberikan lingkungan yang bersih dan aman bagi seluruh murid dan karyawan.

Saya sehat, Anda sehat, Wisma Bahasa sehat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: