Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Tragedy in Bali Bombing: A Remembrance

October 12, 2002, marked a dark day in Indonesia’s history. Three bombs exploded in Kuta and Denpasar, Bali, at around 11:15 p.m. local time. The first explosion occurred five meters in front of the Sari Club discotheque, on Jalan Legian, Kuta. Shortly after, another one exploded at Paddy’s discotheque which is opposite the Sari Club. Meanwhile, the third explosion occurred about 100 meters from the United States Consulate Office in the Renon area, Denpasar, Bali.

Apart from the damage aftermath to the buildings, the blasts left 202 people who were at the scene dead. Australia suffered the largest loss of victims that this tragic incident affected Australian citizens deeply.

Coming up on its 18th anniversary of the attacks, the Australian Ambassador to Indonesia, Gary Quinlan expressed his condolences and sentiments.

“The 2002 Bali bombings remain a searing horror to the families and friends of the 88 Australians and the 38 Indonesians killed. We join them today in commemorating these lives so shockingly lost,” Gary Quinlan on Twitter in commemorating the lives of the victims.

Anthea Griffin, the Australian Consulate General, also expressed her sympathy while uploading a photo of the commemoration of the Bali Bombing I.

Griffin on Twitter. “We reflect on the lives lost, the people affected and on the acts of courage and generosity from first responders and those who assisted in Bali and in Australia.”

Nearly two decades have passed, yet this heart-breaking and tragic memory still leaves deep scars, especially in the hearts of the victims’ families. Not only the families of the victims and all those affected, we all strongly condemn all acts of terrorism.condemn all acts of terrorism.

Tanggal 12 Oktober 2002 silam, telah terjadi tragedi yang menorehkan sejarah kelam di bumi Indonesia ini. Tiga buah bom meledak di kawasan Kuta dan Denpasar, Bali, sekitar pukul 23.15 waktu setempat. Ledakan pertama terjadi lima meter di depan Diskotek Sari Club, yang berlokasi di Jalan Legian, Kuta. Tidak berselang lama, sebuah bom kembali meledak di Diskotek Paddy’s yang berada di seberang Sari Club. Sementara itu, ledakan ketiga terjadi sekitar 100 meter dari Kantor Konsulat Amerika Serikat di daerah Renon, Denpasar, Bali.

Selain mengakibatkan kerusakan bangunan, tiga ledakan bom itu juga menewaskan 202 orang yang saat itu berada di lokasi kejadian. Mayoritas korban merupakan warga negara Australia. Karena itu, peristiwa nahas ini mendapat perhatian khusus dari warga negara Australia.

Mengenang 18 tahun peristiwa menyedihkan ini, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan menyatakan kesedihan dan keprihatinannya.

“Bom Bali 2002 tetap memilukan bagi keluarga dan teman-teman dari 88 warga Australia dan 38 orang Indonesia yang tewas. Kami bergabung dengan mereka hari ini untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawa secara tragis,” demikian cuitan Gary di akun media sosialnya untuk mengenang para korban.

Sambil mengunggah foto monumen peringatan peristiwa Bom Bali I, Anthea Griffin, Konsulat Jenderal Australia, juga mengungkapkan rasa simpatinya.

“Kami merefleksikan nyawa yang hilang, orang-orang yang terkena dampak dan tentang tindakan keberanian dan kemurahan hati dari layanan darurat dari Bali dan Australia,” ucapnya.

Meski hampir dua dekade telah berlalu, peristiwa menyedihkan dan tragis ini masih menyisakan luka yang mendalam, terutama di hati para keluarga korban. Tak hanya keluarga korban dan semua yang terdampak, kita semua mengutuk keras segala bentuk aksi terorisme.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: