Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

COMMON MISPRONUNCIATION BY INDONESIAN LANGUAGE FOREIGN LEARNERS

It is normal to mispronounce new vocabulary of a new language. Mispronunciations occur because of several reasons, such as being hasty, nervous, lack of focus, etc. Mispronunciations can also happen to Indonesian Language Foreign Learners. Below are some common mispronunciation of Indonesian vocabulary that might be of note.

Campur Kata (Switched Vowels)

Mispronunciation sometimes occurs in the form of switched vowels. These vocabularies usually have the same number of syllables which causes the switch. For example, the word ini (this) and itu (that) becomes inu atau iti.

  • Inu buku.

            The use of inu in the sentence above may mean, “Itu buku” (That is book.)

Kekeliruan Suku Kata (Switched Syllable)

The switched syllable error is common between two words that have one identical syllable. For example, between kepala (head) and kelapa (coconut).

  • Saya mau minum air kepala

The use of the word kepala in the example above is incorrect. Naturally, what it meant was, “Saya mau minum air kelapa muda.” (I want to drink young coconut water.”)

Minimal Pair (Phonology)

In phonology, minimal pairs are pairs of words or phrases in a particular language, spoken or signed, which differ in only one phonological element. The Indonesian language has a repository of minimal pairs vocabulary. For example, words such as, kami (we) dan kamu (you) and mudah (easy) dan murah (cheap).

The Use of Prepositions

Prepositions like di (in) and ke (to) are often used inaccurately.

  • Saya mau pergi di

The use of prepositions di in the example (c) is incorrect. The correct use would be “Saya mau pergi ke Bali.” (I want to go to Bali.)

List of other words

Empat (four)

Enam (six)

Delapan (eight)

Sembilan (nine)

Meja (table)

Kemeja (shirt)

Celana (pants)

Jendela (window)

Merah (red)

Marah (angry)

Muda (light/young)

Mudah (easy)

Mispronunciation in language learning is part of the learning process. Hence, don’t fret! Now that you are more aware of words that require extra attention, right? Let’s keep practicing learning Indonesian at Wisma Bahasa!

Kekeliruan pengucapan kosakata suatu bahasa yang dipelajari adalah hal yang wajar. Kesalahan pengucapan terjadi akibat beberapa alasan, misalnya faktor tergesa-gesa, grogi, kurangnya konsentrasi, dan lain-lain. Kesalahan pengucapan ini juga terjadi pada pemelajar bahasa Indonesia. Berikut beberapa kesalahan umum pengucapan kosakata bahasa Indonesia yang barangkali bisa menjadi catatan.

Campur Kata

Fenomena campur kata dalam kekeliruan pengucapan kadang-kadang terjadi. Kosakata-kosakata ini biasanya memiliki kesamaan jumlah suku kata sehingga terjadi penggabungan. Contohnya, kata ini (this) dan itu (that) menjadi inu atau iti.

  • Inu buku.

            Penggunaan inu dalam contoh kalimat di atas mungkin maksudnya yaitu, “Itu buku” (That is              book.)

Kekeliruan Suku Kata

Kekeliruan suku kata ini umum terjadi antara dua kata yang memiliki kesamaan salah satu suku kata. Misalnya, antara kepala (head) dan kelapa (coconut).

  • Saya mau minum air kepala

Penggunaan kata kepala dalam contoh di atas jelas tidak tepat. Tentu yang dimaksud yaitu, “Saya mau minum air kelapa muda.” (I want to drink young coconut water.)

Pasangan Minimal (Fonologi)

Dalam fonologi, pasangan minimal diartikan sebagai dua kata yang berperangkat sama dengan satu perbedaan bunyi. Bahasa Indonesia memiliki khazanah kosakata berpasangan minimal. Contoh dua kata yang sering salah diujarkan yaitu kata kami (we) dan kamu (you) serta mudah (easy) dan murah (cheap).

Penggunaan Preposisi

Preposisi di (in) dan ke (to) sering digunakan dengan terbalik.

  • Saya mau pergi di

Penggunaan preposisi di dalam contoh (c) tidak tepat. Koreksi yang tepat untuk kalimat tersebut yaitu, “Saya mau pergi ke Bali.” (I want to go to Bali.)

Daftar Kata-kata Lain

Empat (four)

Enam (six)

Delapan (eight)

Sembilan (nine)

Meja (table)

Kemeja (shirt)

Celana (pants)

Jendela (window)

Merah (red)

Marah (angry)

Muda (light/young)

Mudah (easy)

Kesalahan penggunaan kata ketika belajar suatu bahasa adalah proses belajar. Tenang saja! Kini sudah lebih sadar akan kata-kata yang memerlukan perhatian ekstra, kan? Mari, teruslah berlatih belajar bahasa Indonesia di Wisma Bahasa!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: