Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 561627 / +62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Politikisasi atau Politisasi?

Ketika KPK memanggil Megawati Soekarnoputri untuk diperiksa sebagai salah satu saksi meringankan dalam kasus suap pemilihan deputi senior gubernur BI, banyak kader partainya khawatir kalau kasus ini dipolitisasi. Anggapan mereka, si pengusul sedang mengejar keuntungan politik dengan mengorbankan pimpinan partai, yang juga mantan presiden, sehingga kasusnya akan beralih ke soal datang tidaknya Ibu Mega.

Memang kata politisasi umum dipakai dalam arti negatif. Kata itu lazim diteriakkan ketika pejabat dan orang partai dianggap tidak tulus, berusaha mengukuhkan kekuasaan politik diri dengan mengorbankan orang banyak atau menyelewengkan makna sejati suatu situasi yang sebetulnya tidak bernilai politis. Tentu saja si penuduh juga tak luput dari tuduhan balik bahwa mereka sendiri melakukan politisasi dengan cara menuduh orang lain berpolitisasi!

Politisasi diambil persis dengan makna konotatifnya dari kata Inggris politicization. Politisir dari Belanda sudah diapkir. Arti denotatif to politicize adalah menjadikan sadar politik atau menjadikan bersifat politik. Jadi tidak dengan sendirinya buruk negatif, tapi dalam pemakaian umum hampir selalu.

Entah bagaimana, bentukan sederhana politic+ization mengalami sunatisasi hingga lahirlah politisasi, bukan yang seharusnya politikisasi atau politisisasi. Kedua pilihan yang lebih tepat ini muncul karena ada keraguan tentang keabsahan akhiran non-Melayu yang berarti menjadikan itu.

Apabila –isasi dianggap baku, politikisasi sudah pas. Bila tidak, bentukan Inggris diambilalih seluruhnya, politisisasi. Ini analogis dengan standardisasi yang diambil komplet dari standardization dan bukan dari gabungan standar+isasi. Kalau pembaca termasuk pembenci –isasi, bolehlah pakai kata pemolitikan. Sayang ini kurang laku.

Politisasi haruslah dianggap berasal dari polit+isasi, atau politization. Ini meruwetkan perkara karena walaupun politization tidak baku, to politize sebetulnya ada, tetapi artinya lain. Menurut Oxford English Dictionary, ia berarti menjadikan (seseorang) warganegara, menangani sesuatu secara diplomatis, atau menjalin hubungan politik dengan. Sedangkan menurut Webster, artinya berbalah seperti politikus. Kata ini sudah sekarat, tiada lagi penuturnya. Hari ini, hanya kamus-kamus raksasa yang masih ingat to politize.

Hampir pasti politisasi salah kaprah akan terus menghiasi spanduk protes dan judul berita karena politikus di mana-mana memang doyan politikisasi. Sementara itu, Indonesianisasi istilah asing masih karut. Perlu matangisasi. (sumber: kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.