Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Understanding Balinese “Day of Silence” Celebration

Nyepi is a Hindu Dharma holiday to commemorate the Saka New Year. The word “Nyepi” comes from the word “sepi” which means silence. The Saka New Year is celebrated with solitude, fasting, and prayer. Nyepi celebration consists of several ceremonies. Let’s go over it!

Melasti Purification ceremony

            The Melasti ceremony is held about three to four days before Nyepi. This is a ritual by praying in a temple, and the offerings are paraded towards the lake or sea. The purpose of this ritual is to eliminate every leteh (defilement) of man and nature.

Bhuta Yajna Ceremony

            The day before Nyepi, every family, banjar, village and sub-district perform this ceremony. Hindus do ​​caru (a kind of offering) in the form of five-colored rice as many as 9 ​tanding (package) as well as side dishes such as chicken ​​brumbun ​​(colorful feather) and tuak.

Pengrupukan Ceremony

            The Pengrupukan ceremony is carried out by spreading tawur rice, putting up some torches at their houses as well as the yard, and beating objects (usually kentongan) to create noise. In Bali Province, the Pengrupukan Ceremony is enlivened by an ogoh-ogoh parade.  Ogoh-ogoh is a statue made of bamboo, paper, and other materials as the embodiment of Buta Kala. The ogoh-ogoh are carried around the neighborhood and then set on fire. The purpose of this ceremony is to expel Buta Kala from the environment.

The Peak of the Day of Silence

Hindus do ​​Catur Brata Penyepian ​​namely as follows.

  1. Amati geni ​​(do not use / light a fire).
  2. Amati karya (do not work).
  3. Amati lelungan ​( do not travel).
  4. Amati lelanguan (do not listen or see entertainment).           

            On that day, Hindus (for those who are able) carry out meditation as self-reflection. Hindus fast from 6 a.m. to 6 a.m. the following day (24 hour fasting). In Bali Province, all public places and public service facilities are closed, except for hospitals. Only pecalang and security personnel are allowed to leave the house to make sure no one violates ​​Catur Brata.

The Ngembak Geni Ceremony

            This ceremony is held on the second day of the Saka New Year by performing Dharma Santi to families and neighbors. Hindus give thanks and forgiveness to start the year with a pure heart.             

Nyepi Day is a national holiday in Indonesia. This is because Hindus are not only in Bali, but are also living in several areas in the archipelago. May this Saka Year brings blessings for a harmonious and peaceful life for you!

Nyepi adalah hari raya umat Hindu Darma untuk memperingati tahun baru Saka. Kata “Nyepi” berasal dari kata “sepi” yang berarti sunyi, senyap. Tahun baru Saka ini dirayakan dengan menyepi, puasa, dan berdoa. Perayaan Nyepi terdiri atas beberapa rangkaian upacara. Berikut rinciannya.

Upacara Melasti

            Upacara Melasti dilaksanakan sekitar tiga sampai empat hari sebelum Nyepi. Ritual ini berupa penyucian sarana sembahyang di pura yang diarak menuju danau atau laut. Tujuan dari ritual ini untuk menghilangkan segala leteh (kekotoran) dari manusia dan alam.

Upacara Bhuta Yajna

            Sehari sebelum Nyepi, setiap keluarga, banjar, desa, dan kecamatan melaksanakan upacara ini. Umat Hindu melaksanakan caru (semacam sesajian) berupa nasi lima warna berjumlah 9 tanding (paket) sekaligus lauk pauk seperti ayam brumbun (warna-warni) dan tuak.

Upacara Pengrupukan

            Upacara Pengrupukan dilakukan dengan menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori rumah sekaligus pekarangan, dan menabuh benda-benda (biasanya kentongan) dengan suara gaduh. Di Provinsi Bali, Upacara Pengrupukan diramaikan dengan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh adalah patung yang terbuat dari bambu, kertas, dan bahan lainnya sebagai perwujudan Buta Kala. Ogoh-ogoh diarak mengelilingi lingkungan dan kemudian dibakar. Tujuan dari upacara ini adalah untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan.

Puncak Nyepi

            Umat Hindu melaksanakan catur brata yaitu sebagai berikut.

  1. Amati geni (tidak menggunakan/menyalakan api).
  2. Amati karya (tidak bekerja).
  3. Amati lelungan (tidak bepergian).
  4. Amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).    

            Pada hari tersebut, umat Hindu (bagi yang mampu) melaksanakan semadi sebagai refleksi diri. Umat Hindu berpuasa mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 06.00 pagi pada hari berikutnya (puasa 24 jam). Di Provinsi Bali, seluruh tempat publik dan fasilitas layanan umum ditutup, kecuali rumah sakit. Hanya pecalang dan petugas keamanan yang boleh keluar rumah untuk memastikan tidak ada pelanggaran catur brata.

Upacara Ngembak Geni

            Upacara ini dilaksanakan pada hari kedua Tahun Baru Saka dengan melakukan Dharma Santi kepada keluarga dan tetangga. Umat Hindu mengucap syukur dan bermaaf-maafaan untuk memulai tahun dengan hati yang suci.

Hari Raya Nyepi menjadi hari libur nasional di Indonesia. Sebab, umat Hindu tidak hanya di Bali, tetapi umat Hindu juga tersebar di beberapa daerah di Nusantara. Semoga Tahun Saka kali ini membawa berkah untuk kehidupan yang rukun dan damai, ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: