Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Aliran dan Ajaran

Kalau kita berguru kepada kamus, kita sering mengalami kesulitan memahami makna kata. Filsuf Ludwig Wittgenstein mengatakan ”jangan bertanya tentang makna sebuah kata, tetapi tanyakan pemakaiannya”. Nah, pernyataan ini membantu karena pengalaman kita dengan bahasa Indonesia, makna kata dapat berbeda bergantung pada siapa pemakainya, dalam konteks apa, dan kapan serta di mana dipakai.

Seperti pada makna kata aliran sesat. Kata aliran diturunkan dari alir, mengalir seperti dalam sebaris lagu ”Bengawan Solo”: air mengalir sampai jauh. Apa makna aliran? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi versi online, aliran bermakna ‘(1) sesuatu yang mengalir (air, hawa, listrik, dsb), (2) saluran untuk benda cair yg mengalir (seperti pipa air), (3) haluan, pendapat, paham (politik, pandangan hidup, dsb).

Pertama kita akan memahami makna aliran sesat dan aliran dana. Ketika orang ramai-ramai dengan aliran sesat, muncul aliran dana BI, BLBI, Century, dan Gayus. Aliran sungai patut diwaspadai karena ia dapat beralih menjadi banjir. Aliran listrik dapat berhenti alias mati listrik, tetapi aliran listrik pun dapat menciptakan kebakaran. Aliran dana dapat mengakibatkan korupsi hingga koruptor berhadapan dengan kejaksaan, kepolisian, atau KPK dan Tipikor. Aliran darah dapat menyebabkan stroke atau pingsan. Aliran-aliran ini tidak menuju ke tempat yang semestinya dan menghasilkan malapetaka.

Aliran berikut berhubungan dengan pandangan, sikap, haluan. Ke dalam aliran ini dimasukkan, aliran politik, aliran filsafat, dan tentunya yang sudah lama ada, aliran kepercayaan (suatu paham yg mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tidak termasuk atau tidak berdasarkan ajaran salah satu dari kelima agama yang resmi: Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha). Agar aliran dalam pengertian kedua ini tidak mengalir ke kesesatan, maka aliran ini sebaiknya disebut saja ajaran. Dalam KBBI online, ajaran bermakna ‘segala sesuatu yang diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk; paham’.

Berikutnya makna kata mazhab. Pada mulanya mazhab berhubungan dengan hukum dalam agama.Dalam KBBI online, kata ini memiliki dua makna, pertama, ‘haluan atau aliran mengenai hukum fikih yg menjadi ikutan umat Islam. Dikenal ada empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafii’. Namun, seperti telah dicatat, pemakaian mazhab sudah diperluas ke bidang-bidang yang tidak berhubungan dengan agama. Seperti dalam makna kedua, ‘golongan pemikir yang sepaham dalam teori, ajaran, atau aliran tertentu di bidang ilmu, cabang kesenian, dan sebagainya dan yang berusaha untuk memajukan hal tersebut’, misalnya, bidang politik ekonomi, hukum, dan bidang ilmu pengetahuan yang lain. Dalam bidang ekonomi di Indonesia kita kenal, misalnya, mazhab Widjojo.

Kita perlu mencermati penggunaan makna aliran sebab kata tersebut bisa bermakna sesat secara teknis dan sesat secara ideologis. Aliran yang bersifat ideologis dikatakan ajaran. Jadi, jika ajaran itu sesat, maka yang sesat adalah ajarannya. Yang perlu dijaga ialah jangan sampai mazhab dan ajaran yang muncul dianggap sesat lagi.

Apakah kita mau memilih aliran, ajaran, atau mazhab? Terserah! Yang harus dijaga ialah pilihan itu tidak mendapat atribut sesat. (sumber: kompas)

2 thoughts on “Aliran dan Ajaran”

  1. aliran bermakna ‘(1) sesuatu yang mengalir (air, hawa, listrik, dsb), (2) saluran untuk benda cair yg mengalir (seperti pipa air), (3) haluan, pendapat, paham (politik, pandangan hidup, dsb).

    ajaran bermakna ‘segala sesuatu yang diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk; paham’

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: