Jl. Affandi, Gang Bromo #15A, Mrican, Yogyakarta 55281, Indonesia

+62 274 520341 info@wisma-bahasa.com

Mendaki Gunung Agung

Nama saya Peter. Saya berasal dari Australia. Saya sering datang ke Indonesia, dan belajar di Wisma Bahasa sudah tiga kali. Saya bekerja untuk proyek-proyek menolong Deptan mengendalikan flu burung. Saya punya minat di tempat-tempat wisata di Indonesia, tetapi jarang mengunjunginya. Sebuah tempat yang pernah saya kunjungi adalah Gunung Agung, di Pulau Bali. Bulan Oktober lalu, saya naik gunung berapi ini. Ada petualangan!

Saya dan teman saya orang Australia, namanya John, berangkat dari Denpasar pagi-pagi, jam 01:00. Kami mulai pendakian jam 03:00 dan bertemu pemandu lokal. Kemudian, kami memulai naik gunung. Sulit sekali, karena gelap dan jalan jelek. Curam dan licin sekali. Saya biasa berjalan, tetapi John tidak pernah naik gunung tinggi.

Sesudah dua jam, John dan saya capai sekali. Saya bisa meneruskan, tetapi John lelah dan harus berhenti dan istirahat. Dia memutuskan bahwa tidak bisa meneruskan dan akan berhenti ketika saya dan pemandu berjalan terus.

Sesudah satu jam, kami sampai di puncak. Saya lelah dan pusing, tetapi pemandangan dari puncak bagus sekali dan saya merasa lelah saya berkurang. Bisa melihat banyak bagian pulau Bali selatan, seperti terbang!

Kemudian, kami mulai turun yang mana berbahaya. Kami capai dan jalan terlalu curam. Karena itu kami jalan pelan-pelan. John merasa lebih kuat dan bisa berjalan baik.

Akhirnya kami datang di tempat mulai dan berterima kasih dan membayar pemandu. Pemandu bilang kepada John bahwa dia tidak harus merasa gagal, karena pertama kali dia naik gunung Agung, dia sendiri tidak sampai di Puncak. (by: Peter Durr, ex-student, level: Pre- Advance)

One thought on “Mendaki Gunung Agung”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: